Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex & commodity salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Rabu, 09 Maret 2022

Indikator ADX Untuk Mengetahui Awal Suatu Trend Dan Kekuatannya

 


Average directional index (ADX) adalah indikator analisa teknikal yang dapat digunakan untuk menentukan kekuatan sebuah trend.

ADX dapat menunjukkan kapan trend dimulai, seberapa besar kekuatan trend, sampai waktu trend mulai melemah. Karena itu, indikator ADX dapat memberikan kemudahan bagi trader dalam menganalisa kecenderungan pasar.

Komponen Indikator ADX

Indikator ADX digunakan untuk menghitung kekuatan trend, terlepas apakah itu trend naik ataupun trend turun. Tampilan indikator ADX itu sendiri memiliki tiga komponen utama, antara lain:

Positive Directional Indicator (+DI)
Garis indikator yang mengukur kekuatan saat harga naik (uptrend) pada periode tertentu.

Negative Directional Indicator (-DI)
Garis indikator yang mengukur kekuatan saat harga turun (downtrend) pada periode tertentu.

Average Directional Indicator (ADX)
Gabungan dari garis (+DI) dan (-DI) yang sudah difilter dengan Moving Average.

ADX tidak menunjukkan arah trend, tapi untuk mengukur seberapa kuat arah trend tersebut. perhatikan contoh gambar di bawah ini:


Cara Mengukur Kekuatan Trend

Di dalam trading menggunakan ADX, terdapat parameter yang bisa disetting dalam angka 0 hingga 100, dimana parameter tersebutdigunakan untuk mengukur kekuatan arah trend. Untuk lebih mudah memfilter parameter tersebut, bisa menggunakan hitungan 0, 25, 50, 75, 100. Dimana dari parameter tersebut dapat dibagi menjadi empat katergori, antara lain:

    NILAI ADX       KATEGORI KEKUATAN TREND
         0 - 25                                 LEMAH
        25 - 50                                   KUAT
        50 - 75                            SANGAT KUAT
       75 - 100                  LEBIH DARI SANGAT KUAT

Mengetahui Saat Market Sideways

Pada saat indikator ADX berada di bawah level 25 atau berada di bawah garis +DI dan –DI, maka dapat dikatakan pasar dalam kondisi ranging atau sideways.

Harga bergerak dalam area antara level support atau resistance, sebelum menentukan arah trend selanjutnya.

Saat pasar dalam kondisi ranging, lebih baik tidak melakukan open posisi sampai ada tanda pasar kembali menunjukkan trend pergerakannya.

Sebagai contoh bisa perhatikan gambar berikut:


Mengidentifikasi Awal Sebuah Trend

Kegunaan lain dari indikator ADX adalah dapat mengidentifikasi potensi awal suatu trend baru dalam pasar. Caranya adalah dengan memantau pergerakan garis ADX yang bergerak di bawah level 25 yang hendak mengarah ke atas, sebagai sinyal pasar sedang menuju ke suatu trend baru.

Ketika pasar semakin lama dalam kondisi ranging, maka semakin besar potensi yang diberikan oleh pasar ke dalam potensi trend tersebut. Disinilah saat yang tepat untuk masuk pasar yaitu diawal sebuah trend. 

Untuk lebih jelasnya bisa lihat contoh gambar berikut:



Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy


Selasa, 22 Februari 2022

Mengenal Level Entry Exit Pivot Point Saat Market Sideway Dan Trending




Seperti kita ketahui bersama, support & resistance adalah level di mana harga akan memantul kembali ke arah sebelumnya. Secara tampilan, pivot point mirip dengan fibonacci, karena memiliki sejumlah level support & resistance. Bedanya, level pivot sifatnya lebih objektif.

Yang sering digunakan adalah Pivot Point Harian, yaitu Pivot Point yang dihitung berdasarkan harga penutupan hari sebelumnya.

Cara klasik yang sering digunakan dalam menghitung pivot point, adalah dengan memperhatikan rumus pivot point berikut:

Pivot points (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3
Resistance pertama (R1) = (2 x PP) – harga terendah
Support pertama (S1) = (2 x PP) – harga tertinggi
Resistance kedua (R2) = PP + (harga tertinggi – harga terendah)
Support kedua (S2) = PP – (harga tertinggi – harga terendah)
Resistance ketiga (R3) = harga tertinggi + 2 (PP – harga terendah)
Support ketiga (S3) = harga terendah – 2 (harga tertinggi – PP)


Namun sekarang sudah lebih mudah bagi pengguna Meta Trader 4 bisa langsung memasang Pivot Point Calculator di Meta Trader 4 dan aplikasi akan langsung menghitung level Pivot, Support dan Resistance begitu kita membuka chart pada Meta trader 4 kita.


Untuk setup Auto Pivot Point pada Meta Trader 4 silahkan tonton video tutorial ini

Strategi Trading Menggunakan Pivot Point

Strategi trading menggunakan level pivot kurang lebih sama seperti support & resistance. Saat harga berkali-kali bergerak ke arah sebuah level support atau resistance lalu memantul kembali, maka makin kuatlah level support atau resistance tersebut.

kondisi Pasar Sideway

Jika harga mendekati salah satu level resistance (R1, R2, R3), Anda bisa pasang posisi sell dan menempatkan stop loss sedikit di atas level resistance.

Jika harga mendekati salah satu level support (S1, S2, S3), Anda bisa pasang posisi buy dan tempatkan stop loss sedikit di bawah level support.

Pada cara trading konservatif (cara bouncing), Take Profit ditentukan beberapa pip di atas atau di bawah level pivot sebelumnya/sesudahnya.

Kondisi Pasar Trending

Seperti support & resistance standar, tidak selamanya harga terus bergerak naik dan turun di level-level support & resistance. Sering kita temukan harga terus naik atau pun turun setelah bersinggungan dengan salah satu level tersebut. Inilah yang dinamakan dengan breakout.

Salah satu keuntungan level pivot adalah indikator ini juga bisa digunakan untuk mencari tahu kapan kiranya sebuah trend terbentuk, sekalian mengikuti trend tersebut lebih awal dan mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi!

Bila Anda menggunakan cara breakout, maka penentuan level Take Profit adalah pada level Pivot sebelumnya dan Stop Loss bisa ditentukan pada level terendah bar sebelumnya.

Sebagai Penentu Sentimen Pasar

Sentimen pasar dalam hal ini adalah kecenderungan pergerakan harga untuk bullish atau bearish. Yang umum digunakan sebagai patokan adalah harga pembukaan (opening price) pada sesi perdagangan hari itu. Misalnya, jika pada sesi Asia, harga dibuka di atas Pivot Point, maka pada sesi tersebut sentimen pasar akan cenderung bullish, sebaliknya jika dibuka dibawah Pivot Point maka kecenderungan pasar adalah bearish. Namun konsisi ini akan berubah jika sudah memasuki pasar Eropa dan Amerika.

Untuk lebih jelas silahkan tonton video tutorialnya: https://youtu.be/zdXFXQOBABY


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Jumat, 11 Februari 2022

Mengenal 2 Fungsi Fibonacci Retracement Dalam Trading



Ada beragam analisis teknikal dan indikator yang bisa digunakan oleh banyak trader, salah satunya adalah indikator forex populer yaitu Fibonacci retracement. Menariknya, indikator ini menggunakan teori deretan angka yang ditemukan lebih dari 700 tahun yang lalu.

Leonardo da Pisa atau yang lebih dikenal dengan nama Leonardo Fibonacci, merupakan seorang ahli matematika asal Italia. Ia menemukan rangkaian angka sederhana yang kemudian dijadikan rasio untuk menjelaskan berbagai kejadian alam. Rasio Fibonacci dimulai dari baris angka sederhana seperti: 0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144, dan seterusnya.

Untuk mendapatkan angka ini, caranya sangat mudah. Dimulai dari dua angka pertama, bila dijumlahkan akan mendapatkan angka yang ketiga, 0+1=1, 1+1=2, 1+2=3, dan seterusnya. Uniknya, jika Anda membagi salah satu angka dengan angka berikutnya, Anda akan mendapatkan angka desimal 0,618 (setelah dibulatkan), contohnya 34:55=0,618.

Dengan teori serupa yang sederhana, indikator forex Fibonacci menggunakan deretan angka-angka tertentu. Pada prakteknya, analisis teknikal menggunakan Fibonacci dilakukan dengan menarik garis untuk menghubungkan dua titik ekstrim pada grafik harga aset, yaitu titik tertinggi (high) dan titik terendah (low).

Setelah itu, trader membagi jarak vertikal antara kedua titik ekstrim itu berdasarkan rasio Fibonacci yaitu 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, serta 100% dan menghasilkan berupa garis horizontal yang menandai level-level support dan resistance potensial dalam pergerakan harga sebelumnya dan berikutnya.

Sederhananya, indikator Fibonacci retracement adalah analisis teknikal yang membantu trader untuk menemukan level support dan resistance potensial dan digunakan untuk menentukan target entry, take profit (TP) dan stop loss (SL).

Cara menggunakan Fibonacci Retracement

Dengan menggunakan indikator fibonacci retracement ini, Anda bisa menentukan kisaran area yang berpotensi sebagai support dan resistance dengan cukup mudah.

Selain itu, Fibonacci Retracement bisa dimanfaatkan dengan baik saat pasar sedang dalam keadaan trending, baik di posisi uptrend maupun downtrend. Namun indikator ini juga bisa diterapkan pada pasar yang sedang dalam kondisi sideways.

Untuk bisa menemukan level-level fibonacci, Anda harus terlebih dahulu menemukan titik-titik tertinggi dan terendah yang signifikan. Titik-titik tersebut kita sebut sebagai swing high dan swing low.




Ada enam (6) level Fibonacci Retracement yang perlu Anda ketahui, yaitu:
  • Level 0.0%
  • Level 23.6%
  • Level 38.2%
  • Level 50%
  • Level 61.8%
  • Level 100%.

Beberapa level inilah yang dijadikan sebagai area acuan atau referensi oleh para trader dalam menentukan area support dan resistance. Diantara level tersebut, level fibonacci yang cukup populer adalah level 38.2%, 50%, dan 61.8% biasa disebut Golden Area.




Di kisaran salah satu dari ketiga level tersebut, seringkali memunculkan sinyal buy atau sell dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Ada fakta menarik di balik Level 50%. Level ini sebenarnya bukan berasal dari rasio Fibonacci, namun banyak trader sering memperhatikan level ini.

Karena pergerakan harga pada level tersebut memiliki kecenderungan untuk melanjutkan ke suatu arah tertentu setelah melewatinya.

Jika harga tembus level 50% mengarah ke atas, maka reli harga kemungkinan akan sampai level 0.0%. Sebaliknya, jika harga berhasil menerobos level 50% ke arah bawah, maka kemerosotan harga kemungkinan akan berlanjut hingga level 100.0%.




Fungsi Fibonacci Retracement Dalam Trading

Fibonacci Retracement cocok digunakan saat pasar sedang mengalami trending ataupun sideway. Konsep dasar Fibonacci Retracement adalah mencari sinyal untuk “buy” di area support dan “sell” di area resistance. Konsep tersebut dapat dieksekusi dengan mencari swing high dan swing low dengan area Fibonacci Retracement yang digunakan adalah 38.2, 50 dan 61.8.

1. Ketika pasar trending.

Ketika pasar sedang mengalami uptrend, Anda bisa menarik garis Fibonacci Retracement  dari swing low ke swing high. Sementara itu, ketika pasar mengalami downtrend, garis Fibonacci Retracement ditarik dari swing high ke swing low.

2. Ketika pasar sideway.

Namun ketika pasar sedang sideways pun Anda tetap bisa menggunakan Fibonacci Retracement untuk mencarai peluang bounce atau pantulan harga di area 38.2, 50 dan 61.8  (golden area).

Dalam prakteknya, para trader kerap bingung untuk menentukan swing high atau swing low mana yang harus digunakan. Nah, ternyata hal ini lumrah, lho. Ini dikarenakan, setiap trader memiliki persepsi dan analisa tersendiri. 

Tidak ada swing high dan swing low yang salah,yang penting bisa digunakan sebagai tumpuan untuk menarik garis Fibonacci Retracement. Lalu, penerapan Fibonacci Retracement bisa dikatakan valid atau tidak apabila harga telah bergerak dan menghasilkan suatu kondisi.

Fibonacci Retracement memiliki beberapa kegunaan. Antara lain untuk menentukan sejauh mana target profit yang akan trader dapatkan dalam sebuah tren. Tidak hanya itu, analisa teknik ini juga berfungsi untuk menentukan level koreksi dari tren dan memprediksi ke arah mana harga akan bergerak.

Lebih jelasnya bisa tonton video tutorialnya: https://youtu.be/PZ403kggQN0


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy