Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex & commodity salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.
Tampilkan postingan dengan label Teknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknikal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Januari 2022

Trading Berdasarkan Sentimen Pasar



Sentimen Pasar adalah sikap kesepakatan bersama (konsensus) dari para pelaku pasar, untuk mengantisipasi pergerakan harga dalam suatu kondisi tertentu.

Sikap ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor fundamental dan teknikal, termasuk di dalamnya pola pembentukan harga serta rilis data ekonomi ataupun berita global yang dianggap penting.

Sebagai seorang trader, sudah menjadi tugas Anda untuk mengetahui sentimen pasar. Anda tidak bisa mengatakan ke pasar apa yang Anda inginkan, tetapi Anda bisa bereaksi untuk menanggapi apa yang terjadi di pasar. Sentimen pasar merupakan suatu penggerak yang begitu kuat sehingga dapat mempengaruhi arah dan pergerakan pasar.

Indikator Untuk Mengukur Sentimen Pasar

Pada dasarnya, untuk seorang trader atau investor akan bisa mengukur sentimen pasar dengan menggunakan intuisi. Tentu bukan keputusan yang asal tebak, melainkan dari pengalaman yang lama dan pengamatan mendalam terhadap perilaku pasar.

Sebelum membuka perdagangan, sangat penting untuk menganalisis sentimen pasar saat ini. Sebagai contoh, perkirakan berapa jumlah trader yang memilih mempertahankan posisi long (Beli) dan posisi short (Jual) saat ini.

Dengan statistik seperti itu, Anda bisa menolak untuk membuka perdagangan yang pasti akan kalah atau sebaliknya, untuk mengkonfirmasi niat Anda dengan membuka perdagangan baru.


Belilah ketika lebih dari 60% trader di posisi short atau, sebaliknya, jual ketika sebagian dari mereka di posisi long. Ini merupakan logika paling umum dari analisis sentimen pasar.

Frekuensi Pembaruan

Indikator sentimen pasar diperbarui sekali setiap jam dengan pengaturan bawaan (by default), tetapi Anda bisa mengurangi interval menjadi setiap menit, jika perlu.

Anda juga bisa memperbarui data secara manual dengan mencentang “waktu” pada panel indikator.


Pengaturan Indikator


  • Show Symbol. Pilih salah satu dari opsi-opsi berikut:
            Current Symbol – pasangan mata uang ditentukan secara otomatis.
            Defined Symbol – menyediakan pasangan mata uang yang dibutuhkan di entri berikutnya.
  • Signal Ratio (1-49). Menentukan batas-batas di mana sinyal terbentuk, untuk indikator rasio beberapa posisi trader. Jika 40 dipilih, sinyal Beli akan muncul pada nilai 40 atau kurang; dan sinyal Jual akan muncul pada nilai 60 atau lebih.
  • Server Time Offset-Pilih zona waktu. Dengan pengaturan bawaan (by default), zona waktu akan ditentukan secara otomatis. Parameter ini hanya memengaruhi blok yang menunjukkan waktu pembaruan terakhir, tetapi tidak memengaruhi frekuensi pembaruan.
  • Color Scheme-Tersedia dua skema warna: latar belakang putih dan hitam. Dengan pengaturan bawaan (by default), skema warna akan ditentukan secara otomatis.
  • Indicator Position & Offset-Anda bisa mengganti pada sudut mana indikator diletakkan pada grafik, serta menetapkan ruang dari sudut ini.
  • Update Interval-Frekuensi di mana indikator akan meminta data dari server. Frekuensi bervariasi dari 5 sampai 60 menit.

Bagaimana menambahkan Indikator Sentiment.Lite pada MT4

  • Unduh indikator Sentiment.Lite klik disini
  • Copy file ke folder MQL4/indicators di terminal Anda;
  • Buka ulang terminal MT4;
  • Jalankan indikator dengan melakukan klik dobel nama indikator pada Navigator MT4;
  • Centang kotak “Allow Impor DLL” dan klik “OK“;
  • Indikator akan tampil pada grafik;



Sesuaikan pengaturan indikator menurut kebutuhan Anda: klik CTRL+I, pilih indikator dari daftar, dan beralihlah ke tab “Input“.

Jika Anda mengalami kesulitan saat menginstal indikator, silakan komen di bawah ini.

Tonton juga video tutorialnya disini: https://youtu.be/egZXX0vjbo4


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Rabu, 29 Desember 2021

Memasang Auto Support & Resistance Pada Meta Trader 4



Indikator Support & Resistance (S&R) bertujuan untuk membantu para trader dalam melakukan day trading mereka. Secara otomatis, ia menempatkan level-level yang harganya telah berinteraksi secara aktif dan menggambarnya pada grafik MT4 berupa area persegi panjang.

Kisaran harga (ketinggian) area support atau resistance bergantung pada penyebaran antara tinggi dan rendah harga sesuai dengan keadaan naik/turun level. Level resistance ditandai dengan warna oranye dan level support ditandai dengan warna biru.

Indikator S&R tidak mewarnai ulang. Namun, kemunculan tinggi/rendah baru dalam kisaran sebuah support/resistance tertentu dapat memperluas ketinggiannya. Cocok untuk time frame M15, M30 terbaik adalah H1.

Cara Indikator Menempatkan Level-level

Ada banyak pendekatan untuk menggambar level-level support and resistance. Misalnya, Indikator Pivot Points yang menggunakan data dari Candle-candle sebelumnya. Sebagai gantinya, indikator S&R mengidentifikasi level-level dengan jumlah maksimum harga yang tersentuh (touch).

Touch merupakan konsep subjektif karena setiap orang menginterpretasikannya dengan caranya masing-masing. Karena itu, kami menggunakan sebuah indikator Fraktal yang tersedia dengan gratis untuk mengidentifikasi semua touch, yang juga merupakan level-level ekstrim dari harga.

Formula indikator Fraktal bekerja tanpa terikat dengan jangka waktu sehingga indikator S&R dapat digunakan pada jangka waktu apa pun. Setelah mengidentifikasi dan menandai semua touch, algoritma indikator akan menempatkan level-level dengan angka maksimum dari interaksi harga dan menampilkannya pada grafik.

Untuk melihat terjadinya interaksi harga dengan sebuah level tertentu, klik pada angka yang menunjukkan berat level di sisi kiri persegi panjang.


Seperti yang bisa Anda lihat, beberapa interaksi berada di luar persegi panjang, tetapi bukan berarti terjadi eror pada indikator. Touches digunakan untuk mengidentifikasi level-level dengan lebih tepat.

Level-level Support dan resistance sendiri hanya mengisi kurang dari 50% area yang dianalisis oleh algoritma.

Indikator Support & Resistance

Merupakan level-level referensi harga penting yang membantu para trader dalam melakukan perdagangan Forex. Jadi, indikator S&R sangat kompatibel dengan indikator atau sistem perdagangan lainnya.

Jika Anda adalah seorang trader pemula, penting bagi Anda untuk mempelajari bagaimana menggambar sendiri level-level support dan resistance. Namun, indikator S&R dapat menjadi sebuah alat yang berguna jika Anda belum cukup mahir.

Indikator S&R juga berguna bagi para trader berpengalaman karena ia menghemat waktu dalam menggambar level.

Trading Menggunakan Indikator Support & Resistance

Ada 2 teknik utama dalam melakukan perdagangan level-level Support & Resistance:
  • Pemantulan dari sebuah level (rebound/bounce),
  • Pembobolan level (breakout),



Pengaturan Level Indikator Support & Resistance

Jendela pengaturan indikator memiliki beberapa tab. Anda tidak akan mengalami kesulitan dengannya. Jadi, kita hanya akan menganalisis pengaturan yang tampil pada tab "Inputs".



Pengaturan Level

  • Level Vertical Width Ketinggian maksimum area-area support dan resistance. Secara bawaan (by default), pada 5.0. Semakin tinggi nilai, semakin besar kisaran harga yang dijangkau oleh level-level support dan resistance yang digambar.
  • Levels Frequency on chart Menentukan frekuensi semua level yang ditampilkan pada grafik MT4. Nilai bawaan parameter adalah “Normal”. “More” akan menunjukkan lebih banyak level dalam kisaran harga yang sama. "Less” hanya area-area support dan resistance yang akan ditampilkan pada grafik.
  • Breakout sensitivity merupakan sensitivitas indikator untuk meningkatkan level breakout. Secara bawaan (by default), “Sensitivitas Breakout” diatur pada “Rata-rata”.

Opsi Tampilan

  • Levels Display Period mengatur kedalaman level-level support dan resistance. Nilai bawaannya adalah “Medium”= 60 Candle, “Short”=30 Candle dan “Long”=120 Candle.
  • Minimum touches to show (by default), nilainya diatur pada 5. Artinya, indikator hanya akan menggambar area-area support dan resistance yang telah berinteraksi dengan harga sebanyak 5 kali atau lebih.
  • Show touches count Parameter ini Jika diatur pada “Ya”, jumlah interaksi harga dengan level (berat level) ditampilkan di sebelahnya. Jika diatur pada “Tidak”, informasi ini tidak ditampilkan.
  • Show touches on Pengaturan ini untuk menampilkan interaksi harga dengan level ketika Anda mengeklik angka.
  • Projection length mengatur panjangnya garis putus-putus (proyeksi) pada bars.

Opsi Warna

  • Color Scheme Tersedia dua skema warna: latar belakang putih dan hitam. Dengan pengaturan bawaan (by default), skema warna akan ditentukan secara otomatis.

Bagaimana menambahkan Support & Resistance pada MT4

  • Unduh indikator Support & Resistance disini
  • Copy file ke folder MQL4/indicators di terminal Anda


  • Buka ulang terminal MT4
  • Jalankan indikator dengan melakukan klik dobel nama indikator pada Navigator MT4



  • Centang kotak “Allow Impor DLL” dan klik “OK“



  • Indikator akan tampil pada grafik



Sesuaikan pengaturan indikator menurut kebutuhan Anda: klik CTRL+I, pilih indikator dari daftar, dan beralihlah ke tab “Input“. Jika ada yang masih ingin ditanyakan silahkan komen dibawah.

Tonton juga video tutorialnya disini: https://youtu.be/1txX02k42Ho


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy


Selasa, 28 Desember 2021

Cara Pemasangan Indikator Pivot Point Pada Meta Trader 4



Indikator secara otomatis menarik level-level Pivot yang penting di terminal MT4 menggunakan pendekatan-pendekatan yang paling popular. Pivot Points mungkin merupakan indikator Pivot yang terbaik untuk MT4


Pemakaian Pivot Points


Trading menggunakan Pivot Points adalah bahwa harga cenderung lebih sering menyentuh harga penutupan hari kemarin daripada melebihi kisaran harga hari sebelumnya. Itulah sebabnya periode perhitungan dalam Pivot Points adalah perhitungan harian.

Semua level Pivot berperan sebagai support dan resistance. Salah satu keuntungan dari indikator Pivot adalah kepopulerannya, karena semakin banyak trader yang mengunakan aplikasi yang sama, maka semakin banyak pula harga yang akan berinteraksi dengannya.


Pengaturan Indikator

  • Calculation Method: Pilih metode perhitungan Pivot Points: Classical, Camarilla, Woodie, Fibonacci.
  • Calculation Period: Menentukan periode pengambilan nilai-nilai tertinggi (H), terendah (L), dan penutupan (C).
  • Number of Periods to show: Jumlah periode sebelumnya ditampilkan pada grafik. Parameter ini tidak diperhitungkan jika opsi “Hanya tampilkan periode saat ini” diaktifkan.
  • Show Only Recent Period: Menampilkan satu atau lebih periode perhitungan.
  • Depth of Levels: Membatasi jumlah garis support dan resistance yang ditampilkan pada grafik.
  • Right Shift: Meneruskan garis sampai penuh ke batas kanan grafik.
  • Color Scheme: Mendeteksi secara otomatis skema warna pada indikator. Memungkinkan juga untuk mengubah warna latar belakang secara manual.


Bagaimana menambahkan Pivot Points pada MT4


Download indikator PivotPoints.All-in-One disini 

Copy file ke folder MQL4/indicators di terminal MT4 Anda;





Buka ulang terminal MT4

Jalankan indikator dengan melakukan klik dobel nama indikator pada Navigator MT4



Centang kotak “Perbolehkan Impor DLL” dan klik “OK“



Indikator akan tampil pada grafik;


Sesuaikan pengaturan indikator menurut kebutuhan Anda
Jika Anda mengalami kesulitan saat menginstal indikator, silahkan komen dibawah.

Tonton juga video tutorialnya disini: https://youtu.be/zdXFXQOBABY


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Jumat, 05 November 2021

2 Cara Mudah Tentukan Support & Resistance



Dalam trading forex dan komoditi, harga selalu bergerak naik dan turun karena adanya supply and demand. Arah dari pergerakan harga tersebut bisa diperkirakan dengan cara melakukan analisa teknikal. Salah satu caranya yaitu dengan mengenali level Support dan Resistance.

Support merupakan suatu area level harga dimana pada level tersebut demand cukup besar untuk menahan turunnya harga (Demand>Supply). Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak turun dan kemungkinan besar akan naik lagi. Bahasa praktisnya, Support adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bearish (turun).

Resistance merupakan suatu area level harga di mana pada level tersebut supply cukup besar untuk menghentikan naiknya harga (Supply>Demand). Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak naik dan kemungkinan besar akan turun lagi. Bahasa praktisnya, Resistance adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bullish (naik).

1.Support Dan Resistance Berdasarkan Swing High - Swing Low


Cara sederhana yang sering digunakan untuk menentukan Support dan Resistance adalah memberi tanda pada level-level harga tertinggi (High) atau harga terendah (Low) yang baru terbentuk. Aturannya:

  • Jika harga gagal menembus suatu level tertinggi yang baru terbentuk, maka level tersebut adalah swing high dan berlaku sebagai Resistance.
  • Jika harga gagal menembus suatu level terendah yang baru terbentuk, maka level tersebut adalah swing low dan berlaku sebagai Support.


2.Support Dan Resistance Berdasarkan Pivot Point


Seperti diketahui, Pivot Point banyak digunakan oleh para trader harian yang trading dengan time frame lebih rendah dari Daily. Tujuannya adalah memperoleh level-level Support dan Resistance (untuk menghitung level Support dan Resistance berdasarkan Pivot Point bisa dibaca disini atau dengan menggunakan (kalkulator Pivot Point).




Resistance menjadi Support. Support menjadi Resistance


Selain itu, perlu diingat bahwa garis level Support akan berubah fungsi menjadi garis level Resistance bila berhasil ditembus (break); dan sebaliknya, garis level Resistance akan berubah fungsi menjadi garis level Support, bila berhasil ditembus.

Jadi, ketika resistance “jebol” maka harga akan terus bergerak naik. Resistance yang tadinya berada diatas harga, sekarang posisinya sudah berada dibawah harga. Pada saat itulah resistance menjadi support.


Demikian juga dengan support. Ketika support “jebol” (break) maka harga akan terus bergerak turun. Support yang tadinya berada dibawah harga, sekarang posisinya sudah berada diatas harga. Pada saat itulah support menjadi resistance.


Ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan, biasanya level-level pivot ini justru terlewatkan. Sementara itu, para trader cenderung lebih melihat pada level psikologis atau swing high dan swing low.

Memahami Support & Resistance dalam trading mata uang asing penting dilakukan agar Anda bisa mengambil keputusan yang tepat. Pahami indikator yang tepat agar Resistance dan Support bisa ditentukan dengan tepat.



Semoga bermanfaat,
#tredingmudah | make trading so easy


Kamis, 26 Agustus 2021

Trader Pemula Trading Lebih Mudah Dengan EMA 8-21-55

EMA adalah kependekan dari Exponential Moving Average 

Indikator ini boleh dikatakan yang paling tua dan sederhana, namun indikator ini tetap terus dipakai oleh trader karena sederhana dan mudah dibaca.

EMA 8-21-55 merupakan kombinas dari EMA periode 8 periode 21 dan periode 55 yang memberikan signal sebagai berikut : Entry jika terjadi perpotongan antara EMA periode 8 dan 55 serta Exit jika terjadi perpotongan antara EMA periode 8 dan 21.


EMA 8-21-55 disesuaikan dengan time frame trading

Semakin rendah time frame trading EMA akan memberikan respons yang lebih cepat, karena jika Anda menggunakan time frame rendah tentu menginginkan EMA 8-21-55 bisa memberikan sinyal Entry dan Exit sesegera mungkin.


Berapa periode waktu yang pas untuk EMA 8-21-55

Tidak ada patokannya, untuk time frame perlu dilakukan backtest untuk pasangan mata uang tertentu sehingga diketahui periode waktu berapa yang cukup akurat. Disini saya lebih senang menggunakan time frame M30 atau H1.

Perlu melakukan backtest untuk bisa menentukan mata uang apa dan time frame berapa yang sesuai dengan EMA 8-21-55 tentunya sesuai dengan gaya trading anda, selamat mencoba.


Tonton juga videonya:


#tredingmudah | make trading so easy

Selasa, 24 Agustus 2021

3 Fungsi Parabolic SAR (Stop And Reverse) Dalam Trading

Indikator Parabolic SAR dikembangkan untuk menganalisis pasar yang sedang tren. Indikator ini mirip dengan Moving Average dengan satu-satunya perbedaan bahwa Parabolic SAR bergerak dengan akselerasi yang lebih tinggi dan dapat mengubah posisinya dari segi harga.

Indikator berada di bawah harga di pasar bull (Tren Naik), dan diatas ketika pasar bearish (Tren Turun). Jika harga melintasi garis Parabolic SAR, indikator berubah, dan nilai selanjutnya terletak di sisi lain harga. Ketika pergantian indikator seperti itu benar-benar terjadi, harga maksimum atau minimum untuk periode sebelumnya akan menjadi titik awal. Ketika indikator berbelok, itu memberikan sinyal akhir tren (tahap koreksi atau datar).

Parabolic SAR adalah indikator yang bisa untuk menentukan titik exit. Posisi buy sebaiknya ditutup saat harga turun di bawah garis SAR, posisi short sebaiknya ditutup saat harga naik di atas garis SAR. Seringkali indikator ini juga bisa berfungsi sebagai trailing stop line.

Parabolic SAR adalah indicator yang cukup unik karena berbentuk titik lingkaran yang dengan mudah dibaca oleh para trader untuk mendapatkan informasi batas harga. Jika posisi long terbuka (yaitu, harga berada di atas garis SAR), garis Parabolic SAR akan naik, panjang pergerakan garis SAR tergantung pada skala pergerakan harga.


Parabolic SAR memilik 2 settingan, yaitu Step dan Maksimum. 

Step merupakan nilai berkaitan dengan akselerasi. Standar angka step adalah 0.02. input ini berpengaruh pada sensitivitas indikator parabolic SAR yang anda pasang. Jika anda menambah angka tersebut, maka sensitivitasnya otomatis bertambah dan membuat banyak sinyal untuk anda. Ini dapat menyebabkan kebingungan.

Maksimum nilai standar nya adalah 0.2. Ini bisa dibilang angka ekstrem point.


Nilai indikator meningkat jika harga bar saat ini lebih tinggi dari bullish sebelumnya dan sebaliknya. Faktor akselerasi akan berlipat ganda pada saat yang sama, yang akan menyebabkan Parabolic SAR dan harga bersatu. Dengan kata lain, semakin cepat harga naik atau turun, semakin cepat indikator mendekati harga.

Kesimpulan :

Dalam penerapannya, Parabolic SAR bisa anda jadikan acuan entry maupun exit, bahkan menjadi titik dimana anda memasang stop loss. Ingatlah bahwa Parabolic SAR adalah indicator yang memberikan informasi tentang Stop dan Reverese.

3 Fungsi Parabolic SAR :

1.Menentukan level titik entry. 
2.Sebagai penentu level stop loss. 
3.Mejadikan level exit point (take Profit)

Tonton juga videonya:


#tredingmudah | make trading so easy

Selasa, 06 Oktober 2020

Price Action #3 - Formasi Doji


Belajar trading Price Action dengan pola candlestick yang sangat sederhana yaitu candle Doji. Pola ini biasanya digunakan sebagai indikasi terjadinya konsolidasi.

Hanya dengan melalui pola candle yang tergambar, Anda sudah bisa mengatur ancang-ancang untuk open posisi.

Fungsi Candlestick Doji

Namun untuk mengetahui arah pergerakan harga dengan lebih baik, Anda masih perlu menggunakan konfirmator candle. Doji merupakan bentuk Candlestick yang mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar.

4 Formasi Doji

Tubuh Candlestick Doji yang sangat pendek ini mengindikasikan bahwa meskipun harga sempat naik turun secara ekstrim, pasar lebih memilih menutupnya di level yang hampir sama dengan harga pembukaan. Apakah bentuk Doji ini hanya satu saja? Jangan salah, ada 4 jenis bentuk Candlestick yang populer digunakan dalam metode trading dengan Doji.

Formasi Doji

Gambar di atas menjelaskan bahwa para pelaku pasar sedang memantau harga. Tubuh atau Body Candlestick Doji sangat pendek sehingga hampir tidak terlihat. Sedangkan sumbu atau lidi terbentuk memanjang melebihi besar Body-nya.

Doji adalah salah satu sinyal trading yang paling nyata dalam pola candlestick. Doji tetap dianggap sebagai sinyal trading yang valid hingga kini.

Doji adalah pola candlestick yang terbentuk karena harga Open dan harga Close-nya sama atau hampir sama, sehingga candle ini seperti tidak mempunyai body. Doji sering terlihat pada chart dan tidak tergantung dari time frame, Doji bisa terbentuk pada chart mingguan (weekly), harian (daily) atau bahkan 5 menit.

Doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya.

Doji Follow Trend

Doji Reversal

Di sini tampak jelas bahwa sentimen Bullish dan Bearish berada dalam keadaan seimbang, atau antara Buyer dan Seller saling menunggu pergerakan harga selanjutnya, apakah akan meneruskan pergerakan harga sesuai dengan arah tren sebelumnya, atau akan membuat pembalikan harga (reversal). Oleh karena itu, Doji biasa dianggap sebagai sinyal konsolidasi.

Mengindikasi Trend Lanjutan

Untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga selanjutnya, maka diperlukan konfirmasi dari bar candlestick yang terbentuk setelah Doji.

Jika candle yang terbentuk setelah Doji searah dengan tren sebelum Doji, maka yang terjadi biasanya penerusan tren. Sebaliknya,

Jika candle setelah Doji berlawanan dengan tren yang terbentuk sebelum Doji, maka dapat diasumsikan bahwa pergerakan harga selanjutnya akan mengalami reversal.

Demikian cara sederhana dalam trading Price Action dengan menggunakan pola formasi Doji, memang cara ini sangat jauh dari sempurna dan setiap keputusan trading selalu mengandung nilai resiko jangan lupa untuk tetap menggunakan stop loss sebagai batas maksimal atas resiko trading Anda.


Tonton juga videonya;


#tredingmudah | make trading so easy

Rabu, 16 September 2020

Price Action - Strategi Hammer/Hanging Man


Dalam trading price action, trader akan mempelajari data harga masa lalu untuk mengidentifikasi petunjuk tentang arah market selanjutnya.


Diperlukan suatu indikator untuk mengidentifikasi pergerakan harga. Berbekal indikator ini, trader bisa mempelajari bar harga yang selanjutnya akan memberi detil tentang posisi masuk dan keluar dari market, juga mengetahui tinggi rendahnya harga saat periode tertentu.

Menganalisa informasi merupakan kunci utama untuk trading, price action adalah studi tentang perilaku penjual dan pembeli terlibat dalam market. Dengan menganalisa apa yang dilakukan pelaku market, kita bisa mendapat gambaran yang selanjutnya bisa diaplikasikan untuk menentukan keputusan trading, alat yang digunakan dalam trading price action adalah candlestick chart.

Gambar Pola Hammer/Hanging Man


Syarat Pola Hammer/Hanging Man

1.Badan candle dekat dengan high
2.Ekor candle 2 kali lebih panjang badan candle

Signal Entry Pola Hammer


Gambar Pola Hammer


Pola Hammer menjebak trader sell di wilayah low candle, memaksa mereka untuk menutup posisi sell mereka. Akibatnya, mereka menghasilkan tekanan beli untuk pola bullish. Persamaan pola batangnya adalah Pin Bar bullish.

Signal Entry Pola Hanging Man


Gambar Pola Hanging Man


Pola Hanging Man adalah candle yang tampak bullish di puncak tren naik. Dipengaruhi oleh optimismenya, pedagang membeli ke pasar dengan percaya diri. Oleh karena itu, ketika pasar kemudian jatuh, pembeli ini tersentak keluar dari posisi buy mereka. Ini juga menjelaskan mengapa lebih baik menunggu konfirmasi bearish sebelum melakukan aksi jual berdasarkan pola Hanging Man.


Tonton juga videonya:



Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Kamis, 03 September 2020

Price Action Trading Tanpa Indikator (Naked Trading)

 Apa Itu Price Action?


Price Action adalah pergerakan harga suatu pair mata uang. Analisa price action merujuk pada analisa teknikal berdasarkan pergerakan harga di masa lampau. Perlu digaris bawahi bahwa apa yang kita lihat secara obyektif hanyalah dinamika harga dari data-data terdahulu. Sedangkan, open position terhadap pola-pola pergerakan harga tersebut sepenuhnya adalah evaluasi subyektif. 

seberapa besar subyektifitas seorang trader akan mempengaruhi aktifitas trading-nya. Seringkali kita berpatok pada suatu pola formasi grafik dan berharap pergerakan harga berikutnya akan sesuai dengan prediksi dari pola tersebut.


Dasar Analisa Price Action

Perlu diketahui bahwa Price Action pada dasarnya digunakan hanya sebagai alat bantu, dan bukan sebagai penentu final. Jadi, maksudnya bagaimana? Pergerakan harga pada chart umumnya akan selalu meninggalkan jejak-jejak dengan titik-titik harga yang patut Anda pertimbangkan sebelum membuka atau mengakhiri posisi. Garis besarnya, Price Action digunakan sebagai "kaca pembesar" untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar (trending atau konsolidasi) dan di mana titik-titik penting resisten dan support kemungkinan akan mempengaruhi arah harga kembali.


Identifikasi kondisi pasar

Price action dapat membantu kita mengidentifikasi kondisi-kondisi tersebut dengan memperhatikan harga-harga high dan low-nya.

Trending

Uptrend : Teridentifikasi dari titik harga tinggi meninggi (HH, higher highs) dan harga rendah meninggi (HL, higher lows).


(Uptrend)


Downtrend : Teridentifikasi dari harga tinggi merendah (LH, lower highs) dan harga rendah merendah (LL, lower lows).


(Downdtren)

Konsolidasi (sideways)

Kesulitan atau bingung menentukan di mana posisi HH, HL, LH dan LL-nya karena posisinya "zig-zag"? Jika iya, maka saat itu Anda sedang menghadapi kondisi pasar terkonsolidasi (sideways).

Proses identifikasi kondisi pasar di atas dapat membantu keputusan trader untuk membuka posisi berdasarkan gaya trading (misalnya, swinger akan lebih memilih trading pada kondisi trending) dan manajemen resikonya.


(Trend Sideway)

Identifikasi titik resistansi dan support.

Poin penting price action adalah mengetahui titik-titik resistansi dan support, titik-titik tersebut vital karena keberlangsungan suatu trend kemungkinan besar akan kembali berhaluan arah karena sifat pasar yang "berulang".






Perhatikan candlestick pada lingkaran merah pertama (dari kiri). Terlihat jelas bahwa pada titik harga tersebut "ditarik" kembali ke bawah hingga menyentuh batas support. Candlestick pertama tersebut menjadi batas resistansi kuat karena down-swing-nya yang panjang (terbukti pada lingkaran merah kedua). Begitu juga pada kotak biru pertama (dari kiri). Harga kembali "memantul" tiap kali menyentuh batas support. Lingkar biru kedua memperkuat batas tersebut. Hasilnya, lingkaran biru menunjukkan reversal di dekat garis batas support. Umumnya, pola inside bar dan pinbar seringkali terbentuk pada titik-titik support dan resistance.


Faktor Pendukung Price Action


Sekali lagi, Price Action tidak bisa menjamin 100% akurasi dari sinyal-sinyalnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: 

Time Frame Frekuensi kemunculan bar candlestick (atau grafik lainnya) dipengaruhi langsung oleh time frame pilihan Anda. Misalnya, time frame h4 akan memunculkan bar setiap 4 jam sekali, sedangkan time frame daily hanya akan menorehkan bar sehari sekali. 


Kesimpulan :

Meskipun price action nampak sederhana, tapi dibutuhkan jam terbang dan kewaspadaan tinggi serta pertimbangkan beberapa faktor sebelum entry pada suatu sinyal dari pola chart. Selanjutnya, Anda bisa mengembangkan strategi trading berdasarkan dinamika price action.

Price (harga) adalah unsur pokok dalam pasar keuangan. Jika Anda tidak tahu bagaimana membaca gerakan harga (price action) dalam pasar, maka Anda tidak akan bisa mengerti dan mencerna ‘cerita’ harga yang disampaikan pasar. 


Tonon juga videonya:
Mengenal Naked Trading (Price Action)


#tredingmudah | make trading so easy

Selasa, 21 Juli 2020

Memahami Stochastic Oscillator Dengan Mudah


Stochastic Oscillator adalah indikator yang mengukur momentum.

Sebagai indikator momentum, Stochastic Oscillator akan menunjukkan saat-saat dimana pergerakan harga telah mencapai keadaan overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). 

Ada banyak variasi indikator ini tetapi yang paling sering digunakan adalah terdiri dari 2 garis kurva yang menyerupai moving average (satu diantaranya memang moving average). 

Poin - poin penting yang perlu diperhatikan.

  • Pergerakan kurva tersebut dibatasi oleh level 0 hingga 100 yang menunjukkan persentasi nilai indikator tersebut
  • Ke 2 garis kurva tersebut adalah %K yang biasanya ditampilkan dengan warna biru, dan garis %D yang ditampilkan dengan warna merah.
  • %D adalah nilai rata-rata (moving average) dari %K sehingga pergerakannya lebih lambat (lagging).


Pergerakan ke 2 garis kurva ini mengidentifikasi perilaku trend yang sedang terjadi. Indikator oscillator ini memberi sinyal ketika momentum pergerakan harga sedang melemah yang merupakan isyarat akan terjadinya koreksi ataupun pergantian trend.

Cara kerja Stochastic Oscillator

Stochastic biasanya bekerja dengan baik pada saat market berada dalam keadaan sideway. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati menerjemahkan sinyal buy ataupun sell dari stochastic pada saat market trending.


Pada saat market sedang trending untuk menggunakan stochatic sebagai referensi syaratnya adalah sinyal yang muncul harus searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Jadi pada saat uptrend yang dicari adalah titik oversold (jenuh jual) untuk Buy. Sebaliknya pada saat downtrend yang Anda cari adalah titik overbought (jenuh beli) untuk sinyal Sell.


Demikian cara sederhana dan mudah dalam memahami cara kerja Indicator Stochastic Oscillator dalam trading sebagai referensi atau filter signal entry.

Tonton juga video tutorialnya :
https://youtu.be/ZjS0b289a4Y

Salam #tredingmudah.


Sabtu, 18 Juli 2020

Memahami Standard Deviation Dengan Mudah


Indikator Standard Deviation merupakan indikator yang berfungsi untuk mengukur volatilitas pasar. Indikator ini menghitung dan mengukur perubahan harga dibandingkan nilai dari rata - rata. indikator ini tidak memberikan sinyal untuk Buy atau Sell.


Cara membaca Standard Deviation antara lain :

  • Jika nilainya sangat kecil, pasar sedang dalam volume kecil. Biasanya harga bergerak datar atau flat.
  • Jika nilainya sangat besar, pasar cenderung sangat aktif dan bervolatilitas tinggi. Biasanya pasar sedang dalam kondisi trend atau rally panjang.

Periode bakunya adalah 20, sebagai standar. Jika Anda meningkatkan nilai periodenya, garis indikator ini akan jauh lebih halus dan, jika Anda menurunkan nilai periode, garis Standar Deviasi akan mencapai high dan low dengan frekuensi yang lebih sering, Anda akan mendapatkan lebih banyak sinyal trading, dan sebagian besar sinyal tersebut palsu. Secara umum, pengaturan periode 20 dianggap sebagai standar ukuran yang paling ampuh.

Standard Deviation menunjukkan skala perubahan harga yang berkaitan dengan garis Moving Average. Jika nilainya meningkat, berarti pasar sedang volatil, dan swing (ayunan) harga akan melebar terhadap garis Moving Average. Sebaliknya, jika nilainya menurun, maka volatilitas di pasar sedang rendah dan harga akan dekat dengan garis Moving Average.

Periode pasar aktif dan tenang umumnya selalu bergantian, dan harga cenderung kembali ke garis rata - rata setiap saat:


Garis Standard Deviation naik, berarti volatilitasnya tinggi, Garis high Standard Deviation mensinyalir bahwa keadaan tidak lama lagi akan tenang dan disusul dengan konsolidasi. Garis Standard Deviation turun menandakan volatilitas yang rendah, atau pasar tidak aktif (harga stabil).

Standard Deviation dapat digunakan untuk memprediksi signifikansi pergerakan harga. Pergerakan besar Standard Deviation akan menunjukkan kekuatan atau kelemahan pasar, tergantung pada arah pergerakannya.

Standard Deviation sering digunakan bersamaan dengan indikator lain, misalnya, Bollinger Band. atau Moving Average.

Indikator Standard Deviation dapat membantu Anda dalam hal-hal berikut:

  • Menentukan titik tertinggi (top) atau terendah (bottom) pasar. Anda bisa menargetkan titik entry dalam tren pada nilai tengah
  • Jika harga diperdagangkan di dalam rentang yang sempit, Anda bisa menargetkan titik entry pada breakout top atau botom.

Kesimpulan.

Standard Deviation sangat mudah dipahami. Ia menunjukkan ukuran volatilitas, tinggi atau rendah. Informasi ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan entry di pasar.

Tonton juga video tutorialnya :
https://youtu.be/vsMi88jBLU8


Salam #tredingmudah


Minggu, 28 Juni 2020

Swing Trading EMA 55 Crossover Muantaap

Manfaatkan Naik Turun Harga

Pasar selalu bergerak naik dan turun, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun dalam jangka panjang.Pergerakan naik dan turun pasar ini adalah peluang sekaligus malapetaka bagi para trader.

Ada banyak sekali strategi di dalam trading, semuanya bisa memberikan Anda keuntungan jika Anda menggunakannya pada saat yang tepat. Dengan kata lain tidak semua strategi bisa diaplikasikan setiap saat. Karena pergerakan harga bergerak di dalam sebuah siklus, dan pada setiap siklus strategi yang Anda gunakan pun bisa berbeda - beda.

Swing Trading Beda Dengan Trend Following

Perlu Anda ketahui, strategi swing trading itu berbeda sekali dengan strategi trend following. Seorang trend following bisa mendapatkan profit puluhan hingga ratusan persen itu ketika market sedang bullish?bearish. Lalu bagaimana dengan strategi swing trading? Swing trading mampu memanfaatkan ayunan-ayunan naik dan turun harga dalam siklus waktu yang ditentukan.

Bagi trader yang memiliki tingkat kesibukan tinggi atau tidak memiliki waktu cukup untuk memantau pergerakan harga yang terus bergerak selama 24 jam maka akan sangat kesulitan untuk menemukan waktu/saat yang tepat masuk pasar.

Teknkal Terbaik Untuk Swing Trading

EMA 55 Crossover sudah dikenal sebagai strategi yang bisa mendeteksi pola ayunan harga naik dan turun (swing trading) pada periode tertentu. Saya menggunakan periode 1 jam (H1) untuk mendeteksi pola ayunan pada Pair GBPUSD dengan setingan Moving Average seperti gambar dibawah :


Nah bagai mana menentukan saat entry pasar pada strategi Moving Average Crossover sudah saya bahas pada artikel sebelumnya.

Ini tentu bisa menjadi suatu solusi bagai para trader yang sedang mencari teknik yang tepat bisa mencapai keuntungan maksimal tampa harus repot memantau pasar 24 jam, berikut adalah hasil Strategu Swing Trading dengan EMA55 Crossiver pada pair GBPUSD TF H1.


Gambar diatas menampilak hasil Swing Traing pada Bulan Juni 2020 mulai tanggal 1 sampai 27 dengan modal awal $10.000 trading 1 lot menjadi $14.500 atau profit 45% dari modal awal.


Gambar diatas hasil dari 1 Januari sampai 27 Juni 2020 dengan modal awal $10.000 trading 1 lot menjadi $27.500, luaaaarrrr biasa.

Demikian strategi Swing Trading dengan mengunakan EMA 55 Crossover TF H1, sederhana, mudah dan hasil maksimal.

Tonton juga video tutorialnya :



Salam #tredingmudah