Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Outlook Harian



Outlook, 26 November 2021

DAILY FOREX UPDATE

Dolar AS bergerak melemah pada Jumat (26/11) pagi di Asia. Tetapi kerugian tidak terlalu besar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas varian COVID-19 yang baru ditemukan mengurangi minat risiko investor.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun 0,17% ke 96,710 pada pukul 11.52 WIB menurut data Investing.com. Indeks bergerak lebih jauh dari 96,938, level tertinggi dalam hampir 17 bulan yang dicapai pada hari Rabu. Namun, indeks naik 0,7% pada minggu ini dan bersiap untuk mencatatkan kenaikan mingguan kelima berturut-turut.

Pasangan USD/JPY turun 0,56% di 114,71. Rupiah terus melemah 0,44% di 14.327,5 per dolar AS hingga pukul 11.33 WIB.

Pasangan AUD/USD melemah 0,70% di 0,7140, bahkan saat penjualan ritel Australia tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar 4,9% bulan ke bulan di bulan Oktober. Pasangan NZD/USD turun 0,49% di 0,6826.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,08% di 6,3913 sedangkan GBP/USD turun tipis 0,12% di 1,3305 pukul 12.07 WIB.

Rand sempat jatuh ke level terendah lebih dari satu tahun, di 16,17 per dolar, akibat munculnya kekhawatiran terhadap varian B.1.1.529 COVID-19 yang ditemukan di Afrika Selatan yang dapat membuat vaksin menjadi kurang efektif.

"Kekhawatiran COVID-19 pasti memainkan peran dalam meningkatkan permintaan tempat berlindung yang aman termasuk yen, dan Afrika Selatan adalah lokasi varian baru ini, itulah alasan yang jelas untuk menghindari rand," ahli strategi senior FX Barclays (LON:BARC) Shinichiro Kadota mengatakan kepada Reuters.

Di Eropa, meningkatnya jumlah kasus COVID-19 mendorong Jerman untuk mempertimbangkan mengikuti jejak tetangganya Austria dan memberlakukan kembali penguncian.

Sementara itu, nada yang semakin hawkish dari Federal Reserve AS telah meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertengahan 2022, sementara rekan-rekan di Eropa dan Jepang tetap pada sikap kebijakan yang lebih dovish.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menegaskan kembali komitmennya terhadap stimulus moneter besar-besaran pekan lalu, sementara risalah pertemuan Oktober Bank Sentral Eropa, yang dirilis pada hari Kamis, mengisyaratkan stimulus lanjutan dan pendekatan yang hati-hati terhadap perubahan kebijakan apa pun.

"Jika situasi COVID-19 memburuk, maka dolar-yen bisa turun lebih jauh, tetapi jika tidak, perbedaan kebijakan moneter pasti akan membebani yen dalam jangka menengah," papar Kadota dari Barclay, yang memprediksi dolar-yen akan menguat ke 116 dan seterusnya pada pertengahan 2022.

Di sisi lain, 114 harusnya bisa memberikan dasar untuk pasangan mata uang ini dalam waktu dekat, "kecuali dunia benar-benar berubah menjadi lebih buruk," tambahnya.

EMAS - XAUUSD

Harga emas naik pada Jumat (26/11), menuju minggu terburuk dalam lima bulan di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempercepat pengurangan aset dan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan untuk mengendalikan kenaikan inflasi.

Harga emas berjangka naik 0,83% di $1.799,15 pukul 13.37 WIB menurut data Investing.com. Logam kuning ini telah turun merosot lebih dari 2,8% untuk minggu ini dan menuju minggu terburuk sejak 18 Juni 2021.

The Fed kemungkinan akan meningkatkan laju pengurangan pembelian obligasi bulanannya dari Januari 2021 menjadi $30 miliar, dan mengurangi skema pengurangan asetnya pada pertengahan Maret 2022, analis Goldman Sachs (NYSE:GS) mengatakan dalam catatan pada hari Kamis.

Di seberang Atlantik, Bank Sentral Eropa (ECB) merilis risalah dari pertemuan terakhirnya. Bank sentral ini juga mendapat tekanan dari para bankir untuk meminjamkan lebih banyak persediaan obligasi pemerintah Jerman, langkah yang akan mencegah tekanan pasar tetapi membatalkan beberapa upaya stimulus ECB sendiri.

Kasus COVID-19 melonjak di benua itu. Jerman mempertimbangkan untuk memberlakukan kembali penguncian setelah negara tetangga Austria melakukan penguncian penuh awal pekan ini.

Varian B.1.1.529 dari COVID-19 yang baru ditemukan, terdeteksi di Afrika Selatan, juga ada dalam radar Investor dan Hong Kong pun telah mengkonfirmasi adanya dua kasus.

Di tempat lain di Asia Pasifik, indeks harga konsumen inti (IHK) Jepang tumbuh sebesar 0,3% tahun ke tahun, sedangkan IHK Tokyo kecuali Makanan dan Energi tercatat tumbuh stagnan 0% bulan ke bulan, di bulan November.

Di Australia, penjualan ritel tumbuh lebih baik dari perkiraan 4,9% bulan ke bulan di bulan Oktober.

Impor emas bersih China melalui Hong Kong melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2018 pada Oktober, dan pembeli menimbun logam safe haven untuk melindungi dari inflasi.

Di logam mulia lainnya, perak naik 0,5% dan platinum turun 1%, sementara palladium naik tipis 0,03% pukul 13.42 WIB.

MINYAK - WTI

Harga minyak anjlok pada hari Jumat (26/11) akibat munculnya kekhawatiran bahwa pelepasan terkoordinasi yang dimotori oleh Amerika Serikat dari cadangan minyak mentah di antara negara konsumen utama dapat menyebabkan surplus pasokan global pada kuartal I tahun 2022.

Harga minyak Brent anjlok 3,13% di $79,65 per barel pukul 14.23 WIB menurut data Investing.com dan harga minyak WTI juga anjlok 3,88% ke $75,35 per barel. Tidak ada penyelesaian untuk WTI pada hari Kamis karena hari libur di AS.

Pelepasan dari Cadangan Minyak Strategis, yang diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden awal pekan ini, akan melihat jutaan barel minyak dilepas dengan koordinasi bersama negara-negara konsumen utama lainnya, termasuk China, India dan Jepang.

Pelepasan tersebut kemungkinan akan menyebabkan lonjakan pasokan selama beberapa bulan mendatang, menurut temuan Dewan Komisi Ekonomi (ECB) yang memberi nasihat kepada Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), sumber OPEC mengatakan kepada Reuters.

Dewan juga memperkirakan surplus 400.000 barel per hari (bph) pada Desember 2021, meningkat menjadi 2,3 juta barel per hari pada Januari 2022 dan 3,7 juta barel per hari pada Februari jika negara-negara konsumen melanjutkan langkah pelepasan tersebut, sumber menambahkan.

Perkiraan kenaikan surplus minyak membayangi prospek pertemuan OPEC dan negara sekutunya (OPEC+) berikutnya pada 2 Desember. Kelompok tersebut akan memutuskan apakah akan terus meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari pada Januari.

Namun, baik kontrak Brent dan WTI menuju kenaikan mingguan pertamanya dalam hampir sebulan. Volume keseluruhan pelepasan cadangan minyak mentah, sekitar 70 juta hingga 80 juta barel, lebih kecil dari yang diharapkan.

"Karena volumenya kecil, saya pikir itu ditujukan untuk mengurangi ketatnya pasokan, daripada berdampak besar pada pasar minyak," kata presiden Asosiasi Perminyakan Jepang Tsutomu Sugimori kepada media, Kamis.


Sumber : https://id.investing.com


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Daftar belajar trading GRATIS...! (wa) 0817 269 873


Ikuti saya di :
www.instagram.com/tredingmudah
web.facebook.com/arie.yuan
www.twitter.com/dwiariey
www.youtube.com/arieyuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar