Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri. #tredingmudah

Outlook




#tredingmudah #dirumahaja
Outlook 9 April 2021

DAILY FOREX UPDATE

 Dolar Amerika Serikat kian beranjak naik pada Jumat petang (09/04), bahkan kala data pekerjaan AS yang suram dan pernyataan dovish Federal Reserve AS dovish mendorong investor untuk melepaskan beberapa spekulasinya pada greenback serta indeks tampaknya akan mencatat penurunan mingguan.

Indeks dolar AS naik 0,23% ke 92,278 menurut data Investing.com pukul 13.26 WIB.

Pasangan USD/JPY naik 0,18% di 109,44. AUD/USD makin turun 0,58% di 0,7608 dan NZD/USD terus melemah 0,40% di 0,7025.

Dari tanah air, rupiah terus turun 0,31% ke 14.575,0 per dolar AS hingga pukul 13.35 WIB.

Pasangan USD/CNY naik 0,11% di 6,5578 pukul 13.30 WIB usai China merilis data indeks harga konsumen dan produsen Maret yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. CPI menyusut sebesar 0,5% bulan ke bulan sementara setahun tumbuh 0,4%, dan PPI tumbuh 4,4% tahun ke tahun.

Pasangan GBP/USD melemah 0,31% ke 1,3691 pukul 13.32 WIB.

Namun, investor tetap berhati-hati terhadap dolar.

"Singkatnya, energi telah keluar dari rebound kuartal pertama untuk dolar, seperti halnya keluar dari penjualan obligasi," kepala strategi FX Societe Generale (PA:SOGN) Kit Juckes mengatakan kepada Reuters.

Sementara itu, euro dan yen bersiap untuk mencatatkan kenaikan persentase mingguan terbesar mereka dalam lima bulan, dengan euro naik 1,4% dan yen naik 1,3% terhadap dolar minggu ini.

Di AS, data hari Kamis mengungkap bahwa klaim pengangguran tak diduga naik menjadi 744.000, lebih besar dari 680.000 klaim dalam perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 728.000 klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya.

The Fed terus mempertahankan sikap dovishnya terhadap kebijakan moneter. Ketua Jerome Powell mengatakan dalam acara Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Kamis bahwa sikapnya hanya akan berubah setelah beberapa bulan berturut-turut rilis data positif. Rekan Powell dan presiden Fed St. Louis James Bullard menambahkan pada pertemuan terpisah di Southern Illinois University bahwa bank sentral seharusnya tidak membahas perubahan sampai ada tanda-tanda yang jelas bahwa pandemi COVID-19 berakhir.

Data pekerjaan yang mengecewakan dan komentar dari Fed itu mendorong imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 1,30% ke 1,653 sampai pukul 13.28 WIB.

"Pasar (sedang) memikirkan kembali pandangan pengecualian dolar AS ... pertumbuhan AS yang lebih kuat akan menguntungkan semua aset siklus global, termasuk NZD dan mata uang Asia, dan ini tampaknya menjadi tema yang sekarang sedang dimainkan," analis ANZ Bank menyampaikan dalam catatan.

DAILY COMMODITY UPDATE


EMAS - XAUUSD

Harga emas terus naik pada Kamis (08/04) petang meski Federal Reserve AS menegaskan kembali dukungan kebijakan yang berkelanjutan dalam risalah rapat terbaru dan meningkatkan harapan atas pemulihan ekonomi dari COVID-19.

Harga emas berjangka kian naik 0,16% ke $1.744,35 per troy ons 13.32 WIB menurut data Investing.com dan XAU/USD naik 0,39% di 1.744,51.

Notulen rapat the Fed Maret yang dirilis pada Rabu setempat menekankan jalur yang "sangat tidak pasti" menuju pemulihan di mana bank sentral tidak berencana untuk mengurangi program pembelian obligasi besar-besarannya sampai pemulihan berjalan lebih lanjut.

Para pejabat juga mengabaikan risiko inflasi dari lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini, bersikukuh bahwa lonjakan tersebut mencerminkan prospek pertumbuhan yang lebih kuat. Komentar ini pada gilirannya mendorong investor untuk mengurangi posisi paling agresif mereka agar suku bunga mulai naik pada akhir 2022.

"Kami berharap Fed tetap akomodatif bahkan jika inflasi naik di atas target mereka untuk beberapa waktu ... kunci untuk emas adalah seberapa banyak inflasi melampaui tingkat yang diinginkan dan apa pengaruhnya terhadap hasil nyata," manajer pengembangan bisnis Guardian Gold Australia John Feeney mengatakan kepada Bloomberg.

Sementara itu, Ketua Fed Jerome Powell akan mengambil bagian dalam panel ekonomi global di kemudian hari.

Lebih banyak stimulus AS juga bisa terjadi lantaran Presiden AS Joe Biden meminta perusahaan AS untuk membayar sebagian besar dari RUU senilai $2 triliun lebih untuk rencana infrastrukturnya. Namun, ia menunjukkan kesediaan untuk merundingkan jumlah pasti yang harus dibayarkan.

Namun, membantu untuk mengatasi kerugian logam kuning adalah dolar AS yang mendekam di dekat posisi terendah lebih dari dua minggu pada hari Kamis. Pukul 13.37 WIB, indeks ini terus melemah tipis 0,06% di 92,415.

Pada logam mulia lainnya, perak naik 0,38% ke 25,343, dan palladium turun 0,10% di 2.620,00, sementara platinum menguat 0,45% di 1.237,85 pukul 13.38 WIB.

MINYAK - WTI

Harga minyak turun pada Jumat (09/04) petang dan investor masih mengolah pembelaan Arab Saudi dari rencana Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+) untuk meningkatkan produksi.

Harga minyak Brent turun 0,28% ke $63,02 per barel pukul 13.45 WIB dan harga minyak WTI berkurang 0,10% di $59,54 per barel menurut data Investing.com.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan ia belum melihat apa pun di pasar "yang mengganggu kami", dalam wawancara pada hari Kamis, ia menambahkan OPEC+ cukup gesit untuk mengubah arah jika perlu. Kelompok akan terus bertemu setiap bulannya untuk membahas tingkat produksi.

Meskipun investor optimis persediaan minyak global akan terus turun karena pemulihan ekonomi dari COVID-19 semakin cepat dan permintaan atas bahan bakar mengalami peningkatan, wabah COVID-19 global yang terus-menerus terjadi dan langkah-langkah pembatasan lanjutan mengurangi antusiasme investor.

Peluncuran vaksin global yang lebih lambat dari perkiraan juga menghambat pemulihan dan pada gilirannya meningkatkan keraguan atas pemulihan permintaan bahan bakar.

Harga minyak diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran antara $60 dan $70 karena investor mempertimbangkan semua faktor ini, kepala strategi pasar global Axi Stephen Innes mengatakan kepada Reuters. Tiba-tiba tenang dan penurunan volatilitas di pasar minyak telah menarik investor pasif karena selisih antar bulan yang cepat telah melebar karena kemunduran, tambahnya.

Dengan kontrak berjangka Brent di pasar saat ini tertinggal, maka harga bulan depan akan lebih tinggi daripada di bulan-bulan mendatang dan ini menyiratkan pasokan yang lebih ketat.


Daftar belajar trading GRATIS...! (wa) 0817 269 873


Ikuti saya di :
www.instagram.com/tredingmudah
www.facebook.com/tredingmudah
www.t.me/tredingmudah
www.twitter.com/dwiariey
www.youtube.com/arieyuan

No comments:

Post a Comment