Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex & commodity salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Selasa, 22 Februari 2022

Mengenal Level Entry Exit Pivot Point Saat Market Sideway Dan Trending




Seperti kita ketahui bersama, support & resistance adalah level di mana harga akan memantul kembali ke arah sebelumnya. Secara tampilan, pivot point mirip dengan fibonacci, karena memiliki sejumlah level support & resistance. Bedanya, level pivot sifatnya lebih objektif.

Yang sering digunakan adalah Pivot Point Harian, yaitu Pivot Point yang dihitung berdasarkan harga penutupan hari sebelumnya.

Cara klasik yang sering digunakan dalam menghitung pivot point, adalah dengan memperhatikan rumus pivot point berikut:

Pivot points (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3
Resistance pertama (R1) = (2 x PP) – harga terendah
Support pertama (S1) = (2 x PP) – harga tertinggi
Resistance kedua (R2) = PP + (harga tertinggi – harga terendah)
Support kedua (S2) = PP – (harga tertinggi – harga terendah)
Resistance ketiga (R3) = harga tertinggi + 2 (PP – harga terendah)
Support ketiga (S3) = harga terendah – 2 (harga tertinggi – PP)


Namun sekarang sudah lebih mudah bagi pengguna Meta Trader 4 bisa langsung memasang Pivot Point Calculator di Meta Trader 4 dan aplikasi akan langsung menghitung level Pivot, Support dan Resistance begitu kita membuka chart pada Meta trader 4 kita.


Untuk setup Auto Pivot Point pada Meta Trader 4 silahkan tonton video tutorial ini

Strategi Trading Menggunakan Pivot Point

Strategi trading menggunakan level pivot kurang lebih sama seperti support & resistance. Saat harga berkali-kali bergerak ke arah sebuah level support atau resistance lalu memantul kembali, maka makin kuatlah level support atau resistance tersebut.

kondisi Pasar Sideway

Jika harga mendekati salah satu level resistance (R1, R2, R3), Anda bisa pasang posisi sell dan menempatkan stop loss sedikit di atas level resistance.

Jika harga mendekati salah satu level support (S1, S2, S3), Anda bisa pasang posisi buy dan tempatkan stop loss sedikit di bawah level support.

Pada cara trading konservatif (cara bouncing), Take Profit ditentukan beberapa pip di atas atau di bawah level pivot sebelumnya/sesudahnya.

Kondisi Pasar Trending

Seperti support & resistance standar, tidak selamanya harga terus bergerak naik dan turun di level-level support & resistance. Sering kita temukan harga terus naik atau pun turun setelah bersinggungan dengan salah satu level tersebut. Inilah yang dinamakan dengan breakout.

Salah satu keuntungan level pivot adalah indikator ini juga bisa digunakan untuk mencari tahu kapan kiranya sebuah trend terbentuk, sekalian mengikuti trend tersebut lebih awal dan mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi!

Bila Anda menggunakan cara breakout, maka penentuan level Take Profit adalah pada level Pivot sebelumnya dan Stop Loss bisa ditentukan pada level terendah bar sebelumnya.

Sebagai Penentu Sentimen Pasar

Sentimen pasar dalam hal ini adalah kecenderungan pergerakan harga untuk bullish atau bearish. Yang umum digunakan sebagai patokan adalah harga pembukaan (opening price) pada sesi perdagangan hari itu. Misalnya, jika pada sesi Asia, harga dibuka di atas Pivot Point, maka pada sesi tersebut sentimen pasar akan cenderung bullish, sebaliknya jika dibuka dibawah Pivot Point maka kecenderungan pasar adalah bearish. Namun konsisi ini akan berubah jika sudah memasuki pasar Eropa dan Amerika.

Untuk lebih jelas silahkan tonton video tutorialnya: https://youtu.be/zdXFXQOBABY


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar