Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex & commodity salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Jumat, 11 Februari 2022

Mengenal 2 Fungsi Fibonacci Retracement Dalam Trading



Ada beragam analisis teknikal dan indikator yang bisa digunakan oleh banyak trader, salah satunya adalah indikator forex populer yaitu Fibonacci retracement. Menariknya, indikator ini menggunakan teori deretan angka yang ditemukan lebih dari 700 tahun yang lalu.

Leonardo da Pisa atau yang lebih dikenal dengan nama Leonardo Fibonacci, merupakan seorang ahli matematika asal Italia. Ia menemukan rangkaian angka sederhana yang kemudian dijadikan rasio untuk menjelaskan berbagai kejadian alam. Rasio Fibonacci dimulai dari baris angka sederhana seperti: 0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144, dan seterusnya.

Untuk mendapatkan angka ini, caranya sangat mudah. Dimulai dari dua angka pertama, bila dijumlahkan akan mendapatkan angka yang ketiga, 0+1=1, 1+1=2, 1+2=3, dan seterusnya. Uniknya, jika Anda membagi salah satu angka dengan angka berikutnya, Anda akan mendapatkan angka desimal 0,618 (setelah dibulatkan), contohnya 34:55=0,618.

Dengan teori serupa yang sederhana, indikator forex Fibonacci menggunakan deretan angka-angka tertentu. Pada prakteknya, analisis teknikal menggunakan Fibonacci dilakukan dengan menarik garis untuk menghubungkan dua titik ekstrim pada grafik harga aset, yaitu titik tertinggi (high) dan titik terendah (low).

Setelah itu, trader membagi jarak vertikal antara kedua titik ekstrim itu berdasarkan rasio Fibonacci yaitu 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, serta 100% dan menghasilkan berupa garis horizontal yang menandai level-level support dan resistance potensial dalam pergerakan harga sebelumnya dan berikutnya.

Sederhananya, indikator Fibonacci retracement adalah analisis teknikal yang membantu trader untuk menemukan level support dan resistance potensial dan digunakan untuk menentukan target entry, take profit (TP) dan stop loss (SL).

Cara menggunakan Fibonacci Retracement

Dengan menggunakan indikator fibonacci retracement ini, Anda bisa menentukan kisaran area yang berpotensi sebagai support dan resistance dengan cukup mudah.

Selain itu, Fibonacci Retracement bisa dimanfaatkan dengan baik saat pasar sedang dalam keadaan trending, baik di posisi uptrend maupun downtrend. Namun indikator ini juga bisa diterapkan pada pasar yang sedang dalam kondisi sideways.

Untuk bisa menemukan level-level fibonacci, Anda harus terlebih dahulu menemukan titik-titik tertinggi dan terendah yang signifikan. Titik-titik tersebut kita sebut sebagai swing high dan swing low.




Ada enam (6) level Fibonacci Retracement yang perlu Anda ketahui, yaitu:
  • Level 0.0%
  • Level 23.6%
  • Level 38.2%
  • Level 50%
  • Level 61.8%
  • Level 100%.

Beberapa level inilah yang dijadikan sebagai area acuan atau referensi oleh para trader dalam menentukan area support dan resistance. Diantara level tersebut, level fibonacci yang cukup populer adalah level 38.2%, 50%, dan 61.8% biasa disebut Golden Area.




Di kisaran salah satu dari ketiga level tersebut, seringkali memunculkan sinyal buy atau sell dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Ada fakta menarik di balik Level 50%. Level ini sebenarnya bukan berasal dari rasio Fibonacci, namun banyak trader sering memperhatikan level ini.

Karena pergerakan harga pada level tersebut memiliki kecenderungan untuk melanjutkan ke suatu arah tertentu setelah melewatinya.

Jika harga tembus level 50% mengarah ke atas, maka reli harga kemungkinan akan sampai level 0.0%. Sebaliknya, jika harga berhasil menerobos level 50% ke arah bawah, maka kemerosotan harga kemungkinan akan berlanjut hingga level 100.0%.




Fungsi Fibonacci Retracement Dalam Trading

Fibonacci Retracement cocok digunakan saat pasar sedang mengalami trending ataupun sideway. Konsep dasar Fibonacci Retracement adalah mencari sinyal untuk “buy” di area support dan “sell” di area resistance. Konsep tersebut dapat dieksekusi dengan mencari swing high dan swing low dengan area Fibonacci Retracement yang digunakan adalah 38.2, 50 dan 61.8.

1. Ketika pasar trending.

Ketika pasar sedang mengalami uptrend, Anda bisa menarik garis Fibonacci Retracement  dari swing low ke swing high. Sementara itu, ketika pasar mengalami downtrend, garis Fibonacci Retracement ditarik dari swing high ke swing low.

2. Ketika pasar sideway.

Namun ketika pasar sedang sideways pun Anda tetap bisa menggunakan Fibonacci Retracement untuk mencarai peluang bounce atau pantulan harga di area 38.2, 50 dan 61.8  (golden area).

Dalam prakteknya, para trader kerap bingung untuk menentukan swing high atau swing low mana yang harus digunakan. Nah, ternyata hal ini lumrah, lho. Ini dikarenakan, setiap trader memiliki persepsi dan analisa tersendiri. 

Tidak ada swing high dan swing low yang salah,yang penting bisa digunakan sebagai tumpuan untuk menarik garis Fibonacci Retracement. Lalu, penerapan Fibonacci Retracement bisa dikatakan valid atau tidak apabila harga telah bergerak dan menghasilkan suatu kondisi.

Fibonacci Retracement memiliki beberapa kegunaan. Antara lain untuk menentukan sejauh mana target profit yang akan trader dapatkan dalam sebuah tren. Tidak hanya itu, analisa teknik ini juga berfungsi untuk menentukan level koreksi dari tren dan memprediksi ke arah mana harga akan bergerak.

Lebih jelasnya bisa tonton video tutorialnya: https://youtu.be/PZ403kggQN0


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar