Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex & commodity salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Rabu, 19 Januari 2022

2 Fungsi Sederhana Bollinger Band Agar Trading Jadi Mudah




Pita Bollinger memiliki SMA (Simple Moving Average) yang terdiri dari dua pita yang masing-masing berada pada garis bawah dan garis atas SMA. Pita yang berada di atas disebut dengan Upper Bollinger Band sementara pita yang posisinya di bawah dikenal dengan sebutan Lower Bollinger Bands.

Bollinger Bands Sebagai Penentu Arah Trend

Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal untuk menentukan arah trend pergerakan harga. Selain arah trend, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Ciri khasnya, dalam kondisi pasar sideways(ranging), harga bergerak diantara dua band (pita). Kini, indikator ini sangat populer digunakan dalam perdagangan di berbagai jenis pasar finansial, termasuk pasar forex.



Bollinger Bands Sebagai Pengukur Volatilitas

Ukuran volatilitas pasar tampak pada lebar band. Jika volatilitas sedang tinggi, maka jarak kedua band akan makin melebar. Biasanya terjadi ketika perubahan kondisi pasa sideways menjadi kondisi trending. Sebaliknya, volatilitas pasar yang rendah tampak pada jarak kedua band yang makin menyempit, dan biasanya terjadi ketika ada perubahan dari kondisi pasar trending menjadi sideways.



Trending artinya harga menunjukkan kecenderungan bergerak ke satu arah dengan, baik naik saja ataupun turun saja.

Sideways berarti harga cenderung bergerak naik-turun-naik-turun dalam kisaran tertentu saja (terbatas).

Trading Dengan Bollinger Band Saat Sideways

Ketika pasar cenderung berada pada pasar sideways, Anda dapat melakukan open position (entry) ketika harga sudah melewati garis SMA 20 dengan target pada level band terdekat. Ini dilakukan dengan aturan:

Apabila harga menembus level SMA-20 ke arah atas, maka entry (buy) dapat dilakukan saat candle ditutup di atas SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai upper band.

Sedangkan jika harga menembus level SMA-20 ke arah bawah, maka entry (sell) dapat dilakukan saat candle ditutup di bawah SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai lower band.



Trading Dengan Bollinger Band Saat Trend

Lazimnya, orang-orang menggunakan Bollinger Band ketika keadaan pasar sideways. Tetapi, sebenarnya bisa juga dilakukan ketika keadaan pasar berada pada pasar trending dengan aturan:

Kondisi uptrend terjadi apabila harga telah melewati upper band dan harga penutupan berada di luar band dengan target close position (exit) ketika harga mencapai middle band.

Kondisi downtrend terjadi apabila harga telah melewati lower band dan harga penutupan berada di luar band dengan target close position (exit) ketika harga mencapai middle band.



Pada dasarnya bila Anda bisa memaksimalkan cara menggunakan Bollinger Band strategy ini, Anda juga bisa memaksimalkan keuntungan yang Anda dapatkan. Akan tetapi, sama seperti strategi lainnya, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk mengaplikasikan Bollinger Band strategy dalam trading Anda.

Tonton video tutorialnya juga: https://youtu.be/oTbGdG13cPA


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar