Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri. #tredingmudah

Wednesday, September 16, 2020

Price Action - Strategi Hammer/Hanging Man


Dalam trading price action, trader akan mempelajari data harga masa lalu untuk mengidentifikasi petunjuk tentang arah market selanjutnya.


Diperlukan suatu indikator untuk mengidentifikasi pergerakan harga. Berbekal indikator ini, trader bisa mempelajari bar harga yang selanjutnya akan memberi detil tentang posisi masuk dan keluar dari market, juga mengetahui tinggi rendahnya harga saat periode tertentu.

Menganalisa informasi merupakan kunci utama untuk trading, price action adalah studi tentang perilaku penjual dan pembeli terlibat dalam market. Dengan menganalisa apa yang dilakukan pelaku market, kita bisa mendapat gambaran yang selanjutnya bisa diaplikasikan untuk menentukan keputusan trading, alat yang digunakan dalam trading price action adalah candlestick chart.

Gambar Pola Hammer/Hanging Man


Syarat Pola Hammer/Hanging Man

1.Badan candle dekat dengan high
2.Ekor candle 2 kali lebih panjang badan candle

Signal Entry Pola Hammer


Gambar Pola Hammer


Pola Hammer menjebak trader sell di wilayah low candle, memaksa mereka untuk menutup posisi sell mereka. Akibatnya, mereka menghasilkan tekanan beli untuk pola bullish. Persamaan pola batangnya adalah Pin Bar bullish.

Signal Entry Pola Hanging Man


Gambar Pola Hanging Man


Pola Hanging Man adalah candle yang tampak bullish di puncak tren naik. Dipengaruhi oleh optimismenya, pedagang membeli ke pasar dengan percaya diri. Oleh karena itu, ketika pasar kemudian jatuh, pembeli ini tersentak keluar dari posisi buy mereka. Ini juga menjelaskan mengapa lebih baik menunggu konfirmasi bearish sebelum melakukan aksi jual berdasarkan pola Hanging Man.


Semoga bermanfaat,

Salam #tredingmudah

Thursday, September 3, 2020

Naked Trading (Price Action)

 Apa Itu Price Action?


Price Action adalah pergerakan harga suatu pair mata uang. Analisa price action merujuk pada analisa teknikal berdasarkan pergerakan harga di masa lampau. Perlu digaris bawahi bahwa apa yang kita lihat secara obyektif hanyalah dinamika harga dari data-data terdahulu. Sedangkan, open position terhadap pola-pola pergerakan harga tersebut sepenuhnya adalah evaluasi subyektif. 

seberapa besar subyektifitas seorang trader akan mempengaruhi aktifitas trading-nya. Seringkali kita berpatok pada suatu pola formasi grafik dan berharap pergerakan harga berikutnya akan sesuai dengan prediksi dari pola tersebut.


Dasar Analisa Price Action

Perlu diketahui bahwa Price Action pada dasarnya digunakan hanya sebagai alat bantu, dan bukan sebagai penentu final. Jadi, maksudnya bagaimana? Pergerakan harga pada chart umumnya akan selalu meninggalkan jejak-jejak dengan titik-titik harga yang patut Anda pertimbangkan sebelum membuka atau mengakhiri posisi. Garis besarnya, Price Action digunakan sebagai "kaca pembesar" untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar (trending atau konsolidasi) dan di mana titik-titik penting resisten dan support kemungkinan akan mempengaruhi arah harga kembali.


Identifikasi kondisi pasar

Price action dapat membantu kita mengidentifikasi kondisi-kondisi tersebut dengan memperhatikan harga-harga high dan low-nya.

Trending

Uptrend : Teridentifikasi dari titik harga tinggi meninggi (HH, higher highs) dan harga rendah meninggi (HL, higher lows).


(Uptrend)


Downtrend : Teridentifikasi dari harga tinggi merendah (LH, lower highs) dan harga rendah merendah (LL, lower lows).


(Downdtren)

Konsolidasi (sideways)

Kesulitan atau bingung menentukan di mana posisi HH, HL, LH dan LL-nya karena posisinya "zig-zag"? Jika iya, maka saat itu Anda sedang menghadapi kondisi pasar terkonsolidasi (sideways).

Proses identifikasi kondisi pasar di atas dapat membantu keputusan trader untuk membuka posisi berdasarkan gaya trading (misalnya, swinger akan lebih memilih trading pada kondisi trending) dan manajemen resikonya.


(Trend Sideway)

Identifikasi titik resistansi dan support.

Poin penting price action adalah mengetahui titik-titik resistansi dan support, titik-titik tersebut vital karena keberlangsungan suatu trend kemungkinan besar akan kembali berhaluan arah karena sifat pasar yang "berulang".






Perhatikan candlestick pada lingkaran merah pertama (dari kiri). Terlihat jelas bahwa pada titik harga tersebut "ditarik" kembali ke bawah hingga menyentuh batas support. Candlestick pertama tersebut menjadi batas resistansi kuat karena down-swing-nya yang panjang (terbukti pada lingkaran merah kedua). Begitu juga pada kotak biru pertama (dari kiri). Harga kembali "memantul" tiap kali menyentuh batas support. Lingkar biru kedua memperkuat batas tersebut. Hasilnya, lingkaran biru menunjukkan reversal di dekat garis batas support. Umumnya, pola inside bar dan pinbar seringkali terbentuk pada titik-titik support dan resistance.


Faktor Pendukung Price Action


Sekali lagi, Price Action tidak bisa menjamin 100% akurasi dari sinyal-sinyalnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: 

Time Frame Frekuensi kemunculan bar candlestick (atau grafik lainnya) dipengaruhi langsung oleh time frame pilihan Anda. Misalnya, time frame h4 akan memunculkan bar setiap 4 jam sekali, sedangkan time frame daily hanya akan menorehkan bar sehari sekali. 


Kesimpulan :

Meskipun price action nampak sederhana, tapi dibutuhkan jam terbang dan kewaspadaan tinggi serta pertimbangkan beberapa faktor sebelum entry pada suatu sinyal dari pola chart. Selanjutnya, Anda bisa mengembangkan strategi trading berdasarkan dinamika price action.

Price (harga) adalah unsur pokok dalam pasar keuangan. Jika Anda tidak tahu bagaimana membaca gerakan harga (price action) dalam pasar, maka Anda tidak akan bisa mengerti dan mencerna ‘cerita’ harga yang disampaikan pasar. 


Tunggu tayangan perdana video tutorialnya.


Salam #tredingmudah