Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri. #tredingmudah

Tuesday, July 21, 2020

Memahami Stochastic Oscillator Dengan Mudah


Stochastic Oscillator adalah indikator yang mengukur momentum.

Sebagai indikator momentum, Stochastic Oscillator akan menunjukkan saat-saat dimana pergerakan harga telah mencapai keadaan overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). 

Ada banyak variasi indikator ini tetapi yang paling sering digunakan adalah terdiri dari 2 garis kurva yang menyerupai moving average (satu diantaranya memang moving average). 

Poin - poin penting yang perlu diperhatikan.

  • Pergerakan kurva tersebut dibatasi oleh level 0 hingga 100 yang menunjukkan persentasi nilai indikator tersebut
  • Ke 2 garis kurva tersebut adalah %K yang biasanya ditampilkan dengan warna biru, dan garis %D yang ditampilkan dengan warna merah.
  • %D adalah nilai rata-rata (moving average) dari %K sehingga pergerakannya lebih lambat (lagging).


Pergerakan ke 2 garis kurva ini mengidentifikasi perilaku trend yang sedang terjadi. Indikator oscillator ini memberi sinyal ketika momentum pergerakan harga sedang melemah yang merupakan isyarat akan terjadinya koreksi ataupun pergantian trend.

Cara kerja Stochastic Oscillator

Stochastic biasanya bekerja dengan baik pada saat market berada dalam keadaan sideway. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati menerjemahkan sinyal buy ataupun sell dari stochastic pada saat market trending.


Pada saat market sedang trending untuk menggunakan stochatic sebagai referensi syaratnya adalah sinyal yang muncul harus searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Jadi pada saat uptrend yang dicari adalah titik oversold (jenuh jual) untuk Buy. Sebaliknya pada saat downtrend yang Anda cari adalah titik overbought (jenuh beli) untuk sinyal Sell.


Demikian cara sederhana dan mudah dalam memahami cara kerja Indicator Stochastic Oscillator dalam trading sebagai referensi atau filter signal entry.

Tonton juga video tutorialnya :
https://youtu.be/ZjS0b289a4Y

Salam #tredingmudah.


Saturday, July 18, 2020

Memahami Standard Deviation Dengan Mudah


Indikator Standard Deviation merupakan indikator yang berfungsi untuk mengukur volatilitas pasar. Indikator ini menghitung dan mengukur perubahan harga dibandingkan nilai dari rata - rata. indikator ini tidak memberikan sinyal untuk Buy atau Sell.


Cara membaca Standard Deviation antara lain :

  • Jika nilainya sangat kecil, pasar sedang dalam volume kecil. Biasanya harga bergerak datar atau flat.
  • Jika nilainya sangat besar, pasar cenderung sangat aktif dan bervolatilitas tinggi. Biasanya pasar sedang dalam kondisi trend atau rally panjang.

Periode bakunya adalah 20, sebagai standar. Jika Anda meningkatkan nilai periodenya, garis indikator ini akan jauh lebih halus dan, jika Anda menurunkan nilai periode, garis Standar Deviasi akan mencapai high dan low dengan frekuensi yang lebih sering, Anda akan mendapatkan lebih banyak sinyal trading, dan sebagian besar sinyal tersebut palsu. Secara umum, pengaturan periode 20 dianggap sebagai standar ukuran yang paling ampuh.

Standard Deviation menunjukkan skala perubahan harga yang berkaitan dengan garis Moving Average. Jika nilainya meningkat, berarti pasar sedang volatil, dan swing (ayunan) harga akan melebar terhadap garis Moving Average. Sebaliknya, jika nilainya menurun, maka volatilitas di pasar sedang rendah dan harga akan dekat dengan garis Moving Average.

Periode pasar aktif dan tenang umumnya selalu bergantian, dan harga cenderung kembali ke garis rata - rata setiap saat:


Garis Standard Deviation naik, berarti volatilitasnya tinggi, Garis high Standard Deviation mensinyalir bahwa keadaan tidak lama lagi akan tenang dan disusul dengan konsolidasi. Garis Standard Deviation turun menandakan volatilitas yang rendah, atau pasar tidak aktif (harga stabil).

Standard Deviation dapat digunakan untuk memprediksi signifikansi pergerakan harga. Pergerakan besar Standard Deviation akan menunjukkan kekuatan atau kelemahan pasar, tergantung pada arah pergerakannya.

Standard Deviation sering digunakan bersamaan dengan indikator lain, misalnya, Bollinger Band. atau Moving Average.

Indikator Standard Deviation dapat membantu Anda dalam hal-hal berikut:

  • Menentukan titik tertinggi (top) atau terendah (bottom) pasar. Anda bisa menargetkan titik entry dalam tren pada nilai tengah
  • Jika harga diperdagangkan di dalam rentang yang sempit, Anda bisa menargetkan titik entry pada breakout top atau botom.

Kesimpulan.

Standard Deviation sangat mudah dipahami. Ia menunjukkan ukuran volatilitas, tinggi atau rendah. Informasi ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan entry di pasar.

Tonton juga video tutorialnya :
https://youtu.be/vsMi88jBLU8


Salam #tredingmudah