Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Jumat, 01 Maret 2019

5 Tips Hindari Margin Call


Dalam dunia trading forex yang namanya Margin Call baik trader pemula maupun yang telah berpengalaman berusaha sebisa mungkin untuk menghindarinya.

Sebenarnya, Margin Call terjadi karena jumlah Loss pada posisi terbuka terus membesar dan menggerus Ekuity, sehingga jumlahnya tidak lagi memenuhi syarat minimum margin yang ditentukan dan hampir semua trader forex pernah bertemu dengan Mr. MC.

1. Pilih Mata Uang Dengan Spread Rendah.

Mata uang yang memiliki spread rendah biasanya mata uang mayor seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, USD/CHF, dan semacamnya. Pasangan-pasangan mata uang mayor juga memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga lebih mudah untuk menghindari Margin Call yang disebabkan oleh volatilitas tak terduga.

2. Perhatikan Jumlah Equity.

Equity merupakan jumlah keseluruhan dana yang dimiliki oleh seorang trader Forex. Dalam trading forex, parameter Equity memudahkan kita untuk melakukan pemantauan terhadap dana di akun trading, karena telah mencakup perhitungan bersih dari parameter-parameter ya lain.

Untuk menghindari Margin Call, trader harus selalu menyadari besar Equity-nya. Jika tidak memungkinkan untuk membuka posisi, lebih baik keluar dari pasar. Hal inilah yang menyebabkan Margin Call terjadi, karena tanpa sadar telah melakukan trading melebihi ketahanan modal yang dimiliki.

3. Kendalikan Emosi.

Banyak trader yang belum bisa mengendalikan emosi trading, merasa panik ketika pasar bergerak tidak sesuai dengan prediksinya. hal itu tidak berarti strategi tradingnya salah. Setiap trader harus bisa menerima kenyataan bahwa posisinya bisa salah atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dengan menyadari sepenuhnya akan hal ini, maka seorang trader tidak seharusnya memikirkan kenapa ia salah posisi, melainkan tetap fokus pada pergerakan harga selanjutnya.

Jika Anda sudah memiliki pemahaman ini, maka Anda tak akan panik dan bereaksi berlebihan saat suatu posisi mengalami kerugian atau bahkan terkena Stop Loss.

4. Gunakan Manajemen Risiko.

Tentukan Manajemen Risiko sebelum mulai trading. Semua orang memiliki kesiapan untuk meraup profit, tetapi, sudahkah Anda menyiapkan diri untuk rugi? Hal inilah yang sering luput diperhatikan oleh orang-orang, sehingga mereka terjun ke dunia forex tanpa persiapan memadai.

Manajemen risiko dihadirkan sebagai batasan seberapa besar kerugian yang mampu Anda tanggung. Dengan memiliki aturan seperti ini,  Anda bisa lebih dulu membatasi Loss sebelum dana pada akun mencapai batas Margin Call. Menerapkan manajemen risiko juga berarti Anda sadar dengan ketahanan dana di akun trading, dan bisa bersikap realistis untuk mencegah kerugian melebihi kapasitas tersebut.

5. Hindari Overtrade

Membuka terlalu banyak posisi atau memasang lot yang terlalu besar merupakan aksi yang sangat berisiko. Untuk menghindari Margin Call, keserakahan adalah hal yang harus dihilangkan dari kebiasaan trading. Memperoleh keuntungan besar akan selalu beriringan dengan risiko kerugian yang besar pula, sehingga kondisi psikologis Anda sebagai trader menjadi mudah tertekan.

Maka dari itu, sebaiknya tetaplah atur target keuntungan yang risikonya sepadan dengan batas toleransi Anda. Tetaplah disiplin dengan rencana trading tersebut agar terjauh dari Margin Call.

Kesimpulan :

Terjadinya Margin Call adalah karena kebiasaan yang tidak mau membatasi kerugian. Penyebab terbesar dari terjadinya hal ini berasal diri sendiri, sehingga solusinya adalah kemauan Anda untuk merubah kebiasaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar