Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Selasa, 12 Februari 2019

Teknik Breakout Open Asia


Salah satu hal paling kompleks dalam trading forex adalah menentukan kapan sebaiknya kita melakukan analisa dan mulai trading. Namun, ada satu teknik trading forex yang sangat sederhana dan mudah dilakukan, tanpa perlu lagi bingung mengenai kapan melakukan analisa dan mulai trading setiap harinya. Teknik ini saya namakan “Breakout 07”, ini sudah cukup populer di kalangan trader forex Indonesia.


Teknik Trading Breakout Jam 7 Pagi

Sesuai namanya, teknik trading ini dilakukan pada jam 7 pagi berpatokan pada HI dan LOW hingga candle close jam 7 pagi. Jadi, trader yang punya pekerjaan tetap dan harus pergi ke kantor atau kuliah tetap bisa melakukan analisa dan open trade sebelum memulai aktivitas harian. Langkah-langkahnya pun sangat mudah , bisa dilakukan siapa saja.

Berikut langkah-langkah teknik trading Breakout Jam 7 pagi :

1-Tentukan Pasangan Mata Uang Yang Akan Ditradingkan.

“Breakout Jam 7” cocok untuk dipakai pada XAU/USD di timeframe H1 (Hourly). Walaupun, tak tertutup kemungkinan juga bagi Anda untuk mencoba menggunakannya pada pasangan mata uang yang lain, karena ada pula trader yang bisa memanfaatkannya pada pasangan GBP/USD dan EUR/USD. Yang perlu diperhatikan, pilih pasangan mata uang dengan fluktuasi pergerakan cukup besar setiap harinya, jangan ambil yang pergerakannya sideways.

2-Perhatikan High-Low Candle Jam 6 dan 7 Pagi.

Setelah memilih pasangan mata uang dan membukanya pada timeframe H1, perhatikan level tinggi (High) dan level rendah (Low) candle yang terbentuk antara jam 6 dan 7 pagi.

Apabila running breakout high candle jam 6 dan 7 pagi segera open BUY (diperkirakan trend up), dan jika running breakout low candle jam 6 dan 7 pagi segera open SELL (diperkirakan trend down).

Namun jika running berada diantara high dan low candle jam 6 dan 7 pagi, gunakan pending order untuk pasang Buy Stop (breakout high) dan Sell Stop (breakout low).



Contohnya pada gambar di atas, nampak dari posisi candle setelah candle jam 7 pagi bahwa telah terjadi Breakout Low. Oleh karena itu, pada posisi ini kita perlu open Sell.

3-Tentukan Target Profit.

Penentuan Target Profit sebenarnya berbeda-beda tergantung situasi. Fluktuasi simpangan harga tiap pasangan mata uang pun tak sama, sehingga jika Anda menggunakan pasangan selain XAU/USD, boleh jadi perlu patokan berbeda. Namun, untuk disini saya menggunakan target profit TP 400pip atau sesuaikan fluktuasi XAU/USD saat itu.

4-Antisipasi Apabila Harga Berbalik.

Bagaimana jika setelah Breakout Low dan open Sell sebagaimana terlihat pada gambar, kemudian sebelum mencapai Target Profit, eh harga malah melonjak naik hingga menembus level High pada candle jam 6 dan 7 pagi (Breakout High)?

Dalam situasi ini, trader bisa bersikap sesuai dengan minat risiko masing-masing. Trader agresif bisa melakukan open Sell lagi. Namun, trader yang lebih konservatif bisa memutuskan untuk Cut Loss, khususnya jika pembalikan tersebut dinilai sebagai reversal penting.

Untuk trader konservatif, Stop Loss dapat disesuaikan dengan Rasio Risk/Reward (RR). Misalkan proporsi RR 1:2, maka dengan Target Profit 400pip, Stop Loss harus ditempatkan pada 200pip.

Mudah sekali, bukan!? Karena langkah-langkahnya yang mudah dan memiliki patokan jelas, banyak trader Indonesia menyukai teknik trading breakout jam 7 pagi. Walaupun demikian, berfungsi atau tidaknya suatu teknik trading forex juga bergantung pada pengaturan dana, risiko, dan psikologi masing-masing. Teknik trading ini bisa jadi cocok bagi Anda, bisa juga tidak. Oleh karena itu, direkomendasikan agar mencoba teknik trading jam 7 pagi pada akun demo terlebih dahulu, sebelum menerapkannya pada akun live. Video Breakout Open Asia

#Semoga bermanfaat …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar