Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri. #tredingmudah

Tuesday, February 19, 2019

3 Tips Trading Breakout Asia


Salah satu hal paling kompleks dalam trading forex adalah menentukan kapan sebaiknya kita melakukan analisa dan mulai trading. Namun, ada satu teknik trading forex yang sangat sederhana dan mudah dilakukan, tanpa perlu lagi bingung mengenai analisa setiap harinya. Teknik ini saya namakan “Breakout Asia”.


Teknik Trading Breakout Asia

Sesuai namanya, teknik trading ini dilakukan pada pagi hari berpatokan pada HI dan LOW dua candle pertama pada Time Frame H1. Jadi, trader yang punya pekerjaan tetap dan harus pergi ke kantor atau kuliah tetap bisa melakukan analisa dan open trade sebelum memulai aktivitas harian. Langkah-langkahnya pun sangat mudah bisa dilakukan siapa saja.

1. Tentukan Pasangan Mata Uang Yang Akan Ditradingkan.

“Breakout Asia” cocok untuk dipakai pada XAU/USD dan USDCAD di timeframe H1 (Hourly). Walaupun, tak tertutup kemungkinan juga bagi Anda untuk mencoba menggunakannya pada pasangan mata uang yang lain, karena ada pula trader yang bisa memanfaatkannya pada pasangan GBP/USD dan EUR/USD. Yang perlu diperhatikan, pilih pasangan mata uang dengan fluktuasi pergerakan cukup besar setiap harinya, jangan ambil yang pergerakannya sideways.

2. Perhatikan High-Low Dua Candle Pertama.

Setelah memilih pasangan mata uang dan membukanya pada timeframe H1, perhatikan level tinggi (High) dan level rendah (Low)  dua candle yang terbentuk setelah open market.

Apabila running breakout high segera open BUY (diperkirakan trend up),
dan jika running breakout low segera open SELL (diperkirakan trend down).

Namun jika running berada diantara high dan low candle jam 6 dan 7 pagi, gunakan pending order untuk pasang Buy Stop (breakout high) dan Sell Stop (breakout low).

Note : Sebagai filter "false break" gunakan selissih 100pips untuk open posisinya.



Contohnya pada gambar di atas, nampak dari posisi dua candle pertama pagi bahwa telah terjadi Breakout Low. Oleh karena itu, pada posisi ini kita perlu open Sell.

3. Tentukan Target Profit Dan Resikonya

Penentuan Target Profit sebenarnya berbeda-beda tergantung situasi. Fluktuasi simpangan harga tiap pasangan mata uang pun tak sama, sehingga jika Anda menggunakan pasangan selain XAU/USD, boleh jadi perlu patokan berbeda. Namun, untuk disini saya menggunakan target profit TP 400pip atau sesuaikan fluktuasi XAU/USD saat itu.

Penentuan Target Resiko sebagai antisipasi jika harga berbalik yaitu setelah Breakout Low dan open Sell sebagaimana terlihat pada gambar, kemudian sebelum mencapai Target Profit, eh harga malah melonjak naik hingga menembus level High (Breakout High)

Dalam situasi ini, trader bisa bersikap sesuai dengan minat risiko masing-masing. Trader agresif bisa melakukan open Sell lagi. Namun, trader yang lebih konservatif bisa memutuskan untuk Cut Loss, khususnya jika pembalikan tersebut dinilai sebagai reversal penting.

Untuk trader konservatif, Stop Loss dapat disesuaikan dengan Rasio Risk/Reward (RR). Misalkan proporsi RR 1:2, maka dengan Target Profit 400pip, Stop Loss harus ditempatkan pada 200pip.

Mudah sekali, bukan!? Karena langkah-langkahnya yang mudah dan memiliki patokan jelas, banyak trader Indonesia menyukai teknik trading Breakout Asia. Walaupun demikian, berfungsi atau tidaknya suatu teknik trading forex juga bergantung pada pengaturan dana, risiko, dan psikologi masing-masing. Teknik trading ini bisa jadi cocok bagi Anda, bisa juga tidak. Oleh karena itu, direkomendasikan agar mencoba teknik trading Breakout Asia pada akun demo terlebih dahulu, sebelum menerapkannya pada akun live.

#Semoga bermanfaat …

No comments:

Post a Comment