Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri. #tredingmudah

Wednesday, February 27, 2019

Apa Beda Buy Stop/Sell Stop & Buy Limit/Sell Limit



Buy Stop atau Sell Stop dan Buy Limit atau Sell Limit adalah merupakan order pending dari harga yang sedang berjalan.



Buy Stop berarti Anda melakukan Pending Order Buy diatas harga sekarang, jika harga naik terus kena Pending Order maka "open Buy" dan jika harga terus naik maka Anda profit. (analogi sederhananya adalah disaat Anda ingin naik bus menuju kota berikutnya maka Anda harus menyetop bus tersebut untuk bisa ikut naik)

Sell Stop berarti anda melakukan Pending Order Sell dibawah harga sekarang, jika harga turun terus kena Pending Order maka "open Sell" dan jika harga terus turun maka Anda profit.



Sell Limit berarti Anda melakukan Pending Order Sell diatas harga sekarang, jika harga naik terus kena Pending Order maka "open Sell" jika harga terus turun maka Anda profit.

Buy Limit berarti Anda melakukan Pending Order Buy dibawah harga sekarang, jika harga turun terus kena Pending Order maka "open Buy" jika harga terus naik maka Anda profit.

Semua bisa anda lakukan, sesuaikan dengan kebutuhan trading Anda.

#Smoga bermanfaat..

Sunday, February 24, 2019

4 Tips Trading Forex Mudah, Simple Dan Profit


Buat Anda yang sedang belajar forex, sudah menyelami dunia trading tapi masih sibuk memilah-milah strategi paling pas, ataupun yang telah handal dan akhirnya sependapat dengan anggapan yang menyatakan bahwa trading forex itu rumit.
Namun dibalik semua kerumitan itu, tahukah Anda jika cara trading forex sebetulnya bisa dibuat mudah dan simple?

Prinsip trading forex hampir mirip seperti membeli barang; yang lebih ruwet belum tentu lebih baik. Kalau yang Anda pahami ternyata adalah cara simple, lantas kenapa tidak digunakan? Karena untung rugi dan berhasil tidaknya trading, bukan bergantung pada seberapa sulitnya strategi yang diterapkan.

Berikut 4 Tips Trading Forex Mudah, Simple Dan Profit

1. Minimalkan Indikator

Saat pertama kali belajar analisa forex teknikal, Anda mungkin merasa terkesan dengan semua  Karena fungsi-fungsi yang dijelaskan semuanya terasa penting, dan akhirnya memasang terlalu banyak tool di chart trading.

Yang perlu dipahami di sini, terlalu banyak indikator justru berakibat buruk bagi trading Anda. Karena masing-masing indikator punya peran dan sinyal yang bisa berbeda satu sama lain. Jadi  Anda justru bisa dibingungkan oleh sinyal indikator yang saling silang.Sebaiknya, ambil 1 indikator pokok dan pilih 1 atau 2 indikator tambahan untuk mengkonfirmasi sinyal.

2. Open Posisi Berdasarkan Sinyal Entry

Sekilas terlihat mudah dilakukan, tapi nyatanya sulit untuk benar-benar dipraktekkan. Emosi menjadi faktor utama yang membuat kebanyakan trader melalaikan aturan ini. Jadi agar terhindar dari cara trading yang demikian, pastikan untuk selalu mematuhi sinyal entry dari strategi trading, apapun keadaannya.

Baik ketika Anda baru saja mengalami loss atau sedang melihat peluang bagus, jangan open posisi apabila syarat entry belum terpenuhi. Aturan trading untuk membantu mengenali peluang terbaik. Open posisi yang tak didasarkan pada sinyal entry punya peluang yang sangat kecil,

3. Close Posisi Sesuai Manajemen Risiko

Sesering apapun posisi Anda berakhir profit, tak ada gunanya jika jumlah profitnya lebih kecil daripada loss. Manajemen risiko diterapkan untuk menghindarkan Anda dari situasi serupa.

Salah satu resep yang direkomendasikan dalam cara trading forex yang simple tapi untung adalah pengaplikasian risk/reward ratio 1:2. Di sini, Anda bisa memanfaatkan kegunaan stop loss dan take profit.

Stop loss ditentukan berdasarkan batas toleransi risiko Anda, sementara take profit dihitung dari skala rasio. Umpamanya, Anda menentukan batas toleransi risiko sebanyak 10 pip per posisi. Dengan risk/reward ratio 1:2, maka take profit ditentukan dengan jarak 20 pip dari level entry. Mudah bukan?

4. Buat Jurnal Trading

Mencatat setiap kegiatan trading merupakan untuk keperluan evaluasi, yang perlu dilakukan guna mengembangkan skill trading. History pada jurnal trading bisa dimanfaatkan untuk menemukan kesalahan dan belajar darinya, memperbaiki cara trading forex yang berpotensi, atau mengganti hal-hal yang membebani pencapaian profit.

Untuk menulis jurnal trading caranya sangat mudah. Anda bisa mencatat kapan saat melakukan eksekusi, apakah sudah disertai sinyal dan sesuai trading plan atau tidak, serta berapa perolehan yang didapatkan.

Penutup :

Dalam menentukan tipe strategi, teknik, dan indikator, memang sebaiknya disesuaikan dengan pemahaman Anda. Namun jika ingin menerapkan strategi pilihan dengan konsep cara trading mudah  Anda bisa mempertimbangkan penggunaan 4 Tips di atas.

#Smoga bermnafaat...

Thursday, February 21, 2019

3 Style Trader Forex

Trader dapat kita jadikan 3 kelompok berdasarkan cara dan waktu tradingnya. Trader yang saya maksudkan disini adalah trader individu atau organisasi atau institusi keuangan yang trading untuk memperoleh profit dari fluktuatif nilai mata uang, Anda termasuk yang mana?




1. Trader Scalping

Trader seperti ini menerapkan cara scalping yaitu melakukan banyak order namun target perolehan pips yang sedikit antara 8 – 20 pips. Biasanya trader ini memanfaatkan banyak waktu didepan komputer untuk mengawasi pergerakan nilai mata uang. Trader ini cukup ketat dalam mengelola margin, biasanya mereka menggunakan Stop Loss karena tidak ingin kerugian mereka menjadi banyak.

2. Trader Intraday

Trader Intraday adalah perdagangan yang diarahkan pada perolehan keuntungan dalam satu hari. Trader jenis ini banyak menghabiskan waktu didepan komputer namun tidak mesti mengawasi pergerakan harga mata uang setiap saat. Target perolehan pips mereka lebih besar dari trader scalping, biasanya antara 20-80 pips. Namun frekuensi ordernya lebih sedikit dibandingkan trader scalping.

3. Trader Swing

Swing trading adalah sebuah gaya trading yang mencoba untuk menangkap keuntungan dalam pasar mata uang dalam waktu satu sampai empat hari. Swing trader menggunakan analisa teknikal untuk memilih mata uang dengan harga momentum jangka pendek. Para pedagang ini tidak tertarik pada nilai fundamental, tetapi lebih pada tren harga dan pola.

Trader ini tidak selalu mengawasi komputer setiap saat karena mereka cukup longgar dalam mengelola margin. Mereka bisa menahan loss hingga ratusan pips dan tidak banyak yang menggunakan Stop Loss atau kalaupun menggunakan Stop Loss dengan pips yang besar. Makanya tidak mengherankan bila trader ini meng-close order hingga berhari-hari. Target perolehan pips trader ini besar, biasanya lebih dari 80 pips.

#Semoga bermanfaat …

Tuesday, February 19, 2019

3 Tips Trading Breakout Asia


Salah satu hal paling kompleks dalam trading forex adalah menentukan kapan sebaiknya kita melakukan analisa dan mulai trading. Namun, ada satu teknik trading forex yang sangat sederhana dan mudah dilakukan, tanpa perlu lagi bingung mengenai analisa setiap harinya. Teknik ini saya namakan “Breakout Asia”.


Teknik Trading Breakout Asia

Sesuai namanya, teknik trading ini dilakukan pada pagi hari berpatokan pada HI dan LOW dua candle pertama pada Time Frame H1. Jadi, trader yang punya pekerjaan tetap dan harus pergi ke kantor atau kuliah tetap bisa melakukan analisa dan open trade sebelum memulai aktivitas harian. Langkah-langkahnya pun sangat mudah bisa dilakukan siapa saja.

1. Tentukan Pasangan Mata Uang Yang Akan Ditradingkan.

“Breakout Asia” cocok untuk dipakai pada XAU/USD dan USDCAD di timeframe H1 (Hourly). Walaupun, tak tertutup kemungkinan juga bagi Anda untuk mencoba menggunakannya pada pasangan mata uang yang lain, karena ada pula trader yang bisa memanfaatkannya pada pasangan GBP/USD dan EUR/USD. Yang perlu diperhatikan, pilih pasangan mata uang dengan fluktuasi pergerakan cukup besar setiap harinya, jangan ambil yang pergerakannya sideways.

2. Perhatikan High-Low Dua Candle Pertama.

Setelah memilih pasangan mata uang dan membukanya pada timeframe H1, perhatikan level tinggi (High) dan level rendah (Low)  dua candle yang terbentuk setelah open market.

Apabila running breakout high segera open BUY (diperkirakan trend up),
dan jika running breakout low segera open SELL (diperkirakan trend down).

Namun jika running berada diantara high dan low candle jam 6 dan 7 pagi, gunakan pending order untuk pasang Buy Stop (breakout high) dan Sell Stop (breakout low).

Note : Sebagai filter "false break" gunakan selissih 100pips untuk open posisinya.



Contohnya pada gambar di atas, nampak dari posisi dua candle pertama pagi bahwa telah terjadi Breakout Low. Oleh karena itu, pada posisi ini kita perlu open Sell.

3. Tentukan Target Profit Dan Resikonya

Penentuan Target Profit sebenarnya berbeda-beda tergantung situasi. Fluktuasi simpangan harga tiap pasangan mata uang pun tak sama, sehingga jika Anda menggunakan pasangan selain XAU/USD, boleh jadi perlu patokan berbeda. Namun, untuk disini saya menggunakan target profit TP 400pip atau sesuaikan fluktuasi XAU/USD saat itu.

Penentuan Target Resiko sebagai antisipasi jika harga berbalik yaitu setelah Breakout Low dan open Sell sebagaimana terlihat pada gambar, kemudian sebelum mencapai Target Profit, eh harga malah melonjak naik hingga menembus level High (Breakout High)

Dalam situasi ini, trader bisa bersikap sesuai dengan minat risiko masing-masing. Trader agresif bisa melakukan open Sell lagi. Namun, trader yang lebih konservatif bisa memutuskan untuk Cut Loss, khususnya jika pembalikan tersebut dinilai sebagai reversal penting.

Untuk trader konservatif, Stop Loss dapat disesuaikan dengan Rasio Risk/Reward (RR). Misalkan proporsi RR 1:2, maka dengan Target Profit 400pip, Stop Loss harus ditempatkan pada 200pip.

Mudah sekali, bukan!? Karena langkah-langkahnya yang mudah dan memiliki patokan jelas, banyak trader Indonesia menyukai teknik trading Breakout Asia. Walaupun demikian, berfungsi atau tidaknya suatu teknik trading forex juga bergantung pada pengaturan dana, risiko, dan psikologi masing-masing. Teknik trading ini bisa jadi cocok bagi Anda, bisa juga tidak. Oleh karena itu, direkomendasikan agar mencoba teknik trading Breakout Asia pada akun demo terlebih dahulu, sebelum menerapkannya pada akun live.

#Semoga bermanfaat …

Sunday, February 17, 2019

3 Tips Optimalkan Profit

Bagaimana Cara Membuat Trading Forex Menguntungkan?

Ingat bahwa keuntungan pada disiplin bisnis adalah bagaimana cara menghasilkan penerimaan (posisi profit) lebih besar daripada pengeluaran (posisi rugi, biaya trading, sarana trading).

Berikut adalah 3 tips untuk mengoptimalkan penghasilan trading forex:

1. Rasio Risk dan Reward

Setiap kali hendak membuka posisi, Anda harus memutuskan apakah rasio resiko terhadap reward cukup realistis untuk mencapai target profit. Paling tidak Reward 2 kali lebih besar dari Risk harus bisa Anda capai dengan meletakkan TP dua kali lebih besar dari SL.

2. Money Management

Money management menitikberatkan pada kontrol resiko. Anda akan mengatur seberapa besar resiko yang akan Anda tanggung setiap kali OP dengan position sizing dan peletakkan SL dan TP sebagai exit.

3. Konsisten Pada Sistem Trading.

Buatlah sistem trading untuk menentukan langkah-langkah pembukaan dan penutupan posisi. Jika Anda menerapkan kedisiplinan dalam menjalankan sistem trading secara konsisten, akan lebih mudah untuk menghitung dan memanajemen resiko serta perolehan profit.

Kesimpulan

Trading forex bukan termasuk salah satu bentuk bisnis konvensional, namun bukan berarti Anda bisa berharap menghasilkan profit dalam jumlah besar hanya dari spekulasi belaka. Disiplin bisnis dapat diaplikasikan pada trading forex, terutama agar penghasilan (posisi profit) dapat dikelola secara optimal untuk menunjang biaya dan pengeluaran (posisi loss dan biaya trading) untuk menghasilkan keuntungan.

#tredingmudah

Wednesday, February 13, 2019

Trading Mudah Dengan Pivot Point

Bagi Anda tipe day trader, menggunkan Pivot Point (PP) merupakan pilihan yang tepat. Teknik ini akan menggambar range trading harian sehingga akan lebih mudah untuk mengukur tingkat resiko yang mungkin terjadi.

Pivot point digunakan untuk menentukan potensi area support dan resisten dalam analisis teknikal dengan menggunakan rumus perhitungan yang tidak rumit sebenarnya apalagi sekang para trader sudah dimudahkan dengan adanya aplikasi Pivot Point Calculator yang bisa digunakan seara gratis.



Kita tinggal masukan angka High, Low dan Close hari sebelumnya maka langsung akan muncul angka hasil perhitungan Pivot Point yaitu meliputi :

Resistance 3 (R3)
Resistance 2 (R2)
Resistance 1 (R1)
Pivot
Support 1 (S1)
Support 2 (S2)
Support 3 (S3)

Berikut 3 tips untuk menjadi day trader dengan strategi Pivot Point.


1. Tentukan Produk.

Pilih produk yang memiliki pola tranding bagus seperti EURUSD, GBPUSD, USDCAD dll. karena teknikal Pivot Point ini berfungsi untuk membaca tren, jadi kita sifatnya follow tren.

2. Level Entry Pivot Point.

Level kunci dari sebuah tren pasar hari ini ditentukan dari nilai rata-rata perdagangan kemarin dengan memunculkan level support 1 (S1), resisten 1 (R1) , support 2 (S2), resisten 2 (R2), support 3 (S3), dan resisten 3 (R3).

Tren turun ketika harga breakout level S1 dengan target S2/S3 sebagai TP (Take Profit).
Tren naik ketika harga breakout level R1 dengan target R2/R3 sebagai TP (Teke Profit)

3. Level SL (Stop Loss).

Level Stop Loss bisa menggunakan :
  - Level Pivot Point
  - Risk Money Management

Suatu hal yang penting untuk menentukan stoploss di setiap transaksi. Hal ni dilakukan untuk mengantisipasi kerugian yang besar dalam trading kita. Karena pasar terkadang memberikan false signal sehingga kita bisa saja salah menentukan posisi.

#Semoga bermanfaat...

Tuesday, February 12, 2019

Mengenal Waktu Trading Forex

Perdagangan forex dapat dilakukan 24 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu. Boleh dibilang, pasar forex buka terus tanpa ada istirahat atau tidur. Bagi para trader, tentu ini menyenangkan karena berpeluang melipatgandakan keuntungan kapan saja. Aktivitas trading pun tak harus bertabrakan dengan jam kerja kantor maupun waktu keluarga. Waktu trading forex terbagi dalam beberapa sesi.



Ada hari ketika aktivitas ramai, tapi ada pula waktu dan jam ketika perdagangan sepi walaupun masih termasuk jam buka pasar forex. Semakin ramai pasar forex, maka makin besarlah peluang untuk mendapat keuntungan; sedangkan makin lengang pasar, maka makin sedikit kesempatan profit. Jadi, wawasan akan waktu dan jam trading forex teramat penting bagi trader.
Anda bisa menyesuaikan strategi perdagangan Anda dengan karakter masing-masing sesi trading forex. Tujuannya, supaya diperoleh hasil maksimal dari setiap perdagangan Anda.

Waktu Pasar Forex (Market Hours)

Pertama-tama, kita harus mengetahui bahwa waktu trading forex dibagi menjadi beberapa sesi utama, yaitu: Sesi Sydney (Australia), Sesi Tokyo (Asia), Sesi London (Eropa), Sesi New York (Amerika). Seperti kita ketahui, ada perbedaan waktu cukup panjang antara Australia dan Amerika (sekitar 16 jam). Inilah yang membuat pasar trading forex tidak pernah tidur. Saat pasar di satu negara tutup, pasar lain sedang buka, demikian seterusnya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kapan jam buka dan jam tutup pasar forex per wilayah.
Sebagai acuan tambahan, Anda juga dapat menyimak gambar jam buka pasar forex menurut Waktu Indonesia Barat (Jakarta, GMT+7), sebagai berikut:



Jam Trading Forex Waktu Indonesia

Terlihat dari gambar di atas bahwa jam buka dan jam tutup pasar forex saling sambung-menyambung, bahkan ada dua kali overlapping, yaitu antara pukul 19:00 s/d 22:00 (Pasar Eropa dan Amerika) serta pukul 6:00 s/d 12:00 (Pasar Australia dan Asia). Secara alami, saat terjadi overlap, maka volume transaksi perdagangan otomatis lebih besar serta pergerakan harga menjadi lebih dinamis, terutama saat overlap Pasar Eropa dan Amerika.

Sesi Asia

Perdagangan di pasar Asia menempati 20% dari total perdagangan forex dunia, mencakup sesi Tokyo dan sesi Sydney. Pusat-pusat transaksi terletak di Tokyo (8%), Singapura (5%), Hong Kong (4%), dan Australia (3%). Beberapa ciri (karakteristik) pasar Asia adalah

Selain Jepang, negara-negara dengan kekuatan ekonomi cukup besar lainnya (Hongkong, Singapura, Australia, Korea) juga aktif melakukan transaksi. China dan Jepang termasuk negara eksportir utama, sehingga selain Bank Sentral dari negara-negara yang aktif pada jam kerja tersebut, para pengusaha komersial (ekspor/impor) turut pula aktif memperdagangkan mata uang.
Pada saat-saat tertentu, likuiditas pasar (ketersediaan dana cair) bisa menipis. Ini terlihat pada pergerakan harga yang sangat kecil dan berlangsung dalam waktu relatif lama, sehingga muncul fase konsolidasi dalam pergerakan harga suatu pasangan mata uang.
Sebagian besar pergerakan harga terjadi saat awal sesi, ketika banyak berita ekonomi fundamental dirilis atau diumumkan.

Pasar Tokyo sedikit banyak juga akan berimbas pada sesi trading forex selanjutnya, karena trader di Eropa dan Amerika akan melihat apa yang terjadi sebelumnya di pasar Tokyo, sebelum mengambil keputusan trading hari itu.

Mata uang yang mungkin menarik untuk Anda perdagangkan pada sesi Asia ini adalah JPY dan AUD. Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa berita yang berdampak bukan hanya yang dikeluarkan Jepang dan Australia saja. Mengingat China telah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru, maka saat mereka merilis berita-berita penting, pergerakan kedua mata uang tersebut juga akan terpengaruh.

Sesi Eropa

Eropa, khususnya London, telah menjadi pusat keuangan dunia sejak era Revolusi Industri. Pasar Eropa mengambil porsi terbesar, yaitu sekitar 36% dari total perdagangan di pasar forex global. Sekitar 31% perdagangan dilakukan di London, sedangkan 5% sisanya di Jerman. Sejalan dengan itu, pasar Eropa merupakan waktu dan jam trading forex paling ramai, ketika ribuan pengusaha kakap kelas dunia melakukan transaksi antara satu sama lain. Beberapa ciri (karakteristik) pasar Eropa adalah:

Sesi London merupakan waktu ketika perdagangan forex berlangsung sangat ramai. Hal ini mengakibatkan pada likuiditas menjadi sangat tinggi dan spread menjadi lebih kecil.
Kisaran (range) pergerakan harga menjadi sangat tinggi (volatile).
Seringkali, tren yang terjadi dalam sesi Eropa akan terus berlanjut hingga awal sesi New York.
Beberapa berita penting di zona Euro bisa sangat mempengaruhi pergerakan harga.
Pada saat sesi Eropa, semua pasangan mata uang menjadi sangat menarik untuk diperdagangkan khususnya pada major pair, yaitu EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan USD/CHF. Beberapa cross pair seperti EUR/JPY dan GBP/JPY.

Sesi Amerika

New York adalah pusat perdagangan dan bisnis di Amerika. Kota ini juga dijuluki “City that Never Sleep”, artinya kota yang tidak pernah tidur. Namun, New York masa kini bukan hanya menjadi sentra keuangan Amerika saja, melainkan pusat finansial dunia. Oleh karena itu, tak heran bila sesi Amerika yang berpusat di New York saja bisa mencakup sekitar 19% dari total perdagangan forex global. Sekitar 90% perdagangan barang dan jasa global menggunakan Dolar AS sebagai media pembayarannya, sehingga sesi perdagangan Amerika ini menjadi momen penting pula bagi trader forex. Beberapa ciri (karakteristik) pasar New York adalah:


  • Likuiditas pasar cenderung tinggi selama pagi hari waktu New York (awal perdagangan), karena overlap dengan sesi Eropa.
  • Saat berita-berita ekonomi penting AS dirilis, maka akan memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menggerakkan harga di pasar. Ingat, 90% perdagangan melibatkan Dolar.
  • Setelah pasar Eropa tutup, maka likuiditas dan volatilitas juga cenderung menurun, bertepatan dengan sesi perdagangan siang di Amerika.
  • Pada hari Jumat siang waktu New York, keramaian perdagangan akan menurun drastis, karena trader-trader Asia dan Eropa sudah berhenti untuk beraktivitas, bersiap untuk liburan akhir minggu.
  • Peristiwa pembalikan arah tren (reversal) mungkin sering terjadi pada periode waktu setelah sesi siang Amerika, sehingga trader perlu berhati-hati. Sejumlah trader tidak mau membiarkan posisi terbuka di penghujung perdagangan hari Jumat untuk menghindari hal-hal atau berita yang mungkin terjadi di akhir pekan.
  • Sebagaimana saat pasar Eropa, semua pasangan mata uang sangat menarik untuk diperdagangkan pada sesi Amerika. Namun, Anda harus memberi perhatian lebih kepada saat ketika berita penting akan dan sedang dirilis. Dolar AS bisa bergerak secara liar dan bahkan melompat-lompat.


Tabel Pergerakan Harga Forex Per Sesi


Nampak jelas bahwa pergerakan harga di sesi Eropa dan Amerika lebih besar dibandingkan sesi Asia. Ramainya perdagangan pada suatu mata uang berhubungan dengan berpusatnya transaksi di wilayah mereka, tetapi ini hanya berlaku untuk negara-negara tertentu saja di Eropa, Amerika, dan Asia. Wilayah lain di dunia hanya berkontribusi sebesar 25% dari perdagangan forex global, dan jam kerjanya tak berpengaruh apa-apa pada waktu trading forex.

Mari kita lanjutkan sedikit penelaahan karakteristik pergerakan harga pada pasangan-pasangan mata uang setiap hari, agar Anda memperoleh gambaran yang utuh dan bisa menentukan kapan, jam, waktu dan hari yang paling cocok untuk trading. Perhatikan tabel perbandingan pergerakan harga per hari (dalam hitungan pips).

Tabel Pergerakan Harga Forex Per Hari

Dari tabel, terlihat bahwa Rabu, Kamis, dan Jumat adalah hari perdagangan forex paling sibuk. Dengan kata lain, ini waktu trading forex yang menyediakan peluang trading paling banyak.

Waktu Trading Forex Terbaik

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan waktu dan jam terbaik untuk forex trading, yaitu:


  • Sesi Eropa adalah waktu trading forex paling sibuk dan ramai.
  • Terjadinya overlap dua sesi memunculkan jam trading forex dengan volatilitas dan likuiditas pasar meningkat. Ini menghadirkan kesempatan bagi Anda untuk segera meraih keuntungan dalam waktu singkat.
  • Trading forex paling ramai dilakukan pada pertengahan minggu (Rabu, Kamis, Jumat).


Kita juga bisa mengetahui waktu dan jam yang kurang cocok untuk trading forex bagi sebagian trader, yaitu:

  • Bagi trader bertipe agresif, sesi Asia menjadi kurang mengasyikkan karena volatilitas dan likuiditas yang rendah. Pergerakan harga cenderung lambat di sesi perdagangan ini.
  • Pada hari Sabtu pagi ketika pasar akan segera tutup (setelah sesi siang pasar Amerika), sebagian trader sudah berhenti bertransaksi, sehingga pasar biasanya akan sangat sepi.
  • Selain poin-poin tadi, perlu diketahui juga bahwa biasanya ketika terjadi event penting dunia seperti Piala Dunia Sepak Bola, pasar bisa menjadi sepi karena perhatian trader beralih. Kemudian, dalam menentukan jam trading forex yang akan dijalani, perhatikan juga waktu istirahat Anda. 
  • Pertimbangkan hal ini agar Anda tidak bertransaksi dalam kondisi fisik capek atau tidak prima, karena akan mempengaruhi pengambilan keputusan nantinya.


Nah, sekarang setelah Anda mengetahui waktu dan jam trading forex yang paling menguntungkan, langkah selanjutnya dalam belajar trading forex ialah memahami dasar-dasar analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal adalah studi tentang pergerakan harga dilihat dari segi matematis, sedangkan analisis fundamental menilai pasar melalui kondisi ekonomi, sosial, dan politik yang mempengaruhi penawaran dan permintaan. Keduanya bisa menjadi pendukung utama Anda dalam mencapai kesuksesan trading forex.

#Semoga Bermanfaat …

Bagaimana Membuat Bisnis Forex Menguntungkan



Setelah Anda memahami dan merencanakan anggaran berdasarkan biaya-biaya trading forex di atas, sekarang saatnya berfokus pada bagaimana cara memperoleh dan mempertahankan keuntungan.

Ingat bahwa keuntungan pada disiplin bisnis adalah bagaimana cara menghasilkan penerimaan (posisi profit) lebih besar daripada pengeluaran (posisi rugi, biaya trading, sarana trading). Berikut adalah tips untuk mengoptimalkan penghasilan dari trading forex:

1. Utamakan Rasio Risk dan Reward

Setiap kali hendak membuka posisi, Anda harus memutuskan apakah rasio resiko terhadap reward cukup realistis untuk mencapai target profit. Paling tidak rasio 2R (Reward 2 kali lebih besar dari Risk) harus bisa Anda capai dengan meletakkan TP dengan raihan pip dua kali lebih besar dari SL.

2. Fokus pada Money Management

Money management menitikberatkan pada manajemen dan kontrol resiko. Anda akan mengatur seberapa besar resiko yang akan Anda tanggung setiap kali OP dengan position sizing dan peletakkan SL dan TP sebagai exit.

3. Jangan terjebak Overtrade

Anda tidak perlu mengambil resiko berlebihan dengan OP terlalu banyak demi menghasilkan profit. Pertimbangkan untuk membatasi resiko trading forex dengan membuka posisi hanya pada saat sinyal dengan kualitas tinggi muncul, layaknya bertrading seperti penembak jitu.

4. Gunakan sistem trading secara konsisten

Buatlah sistem trading untuk menentukan langkah-langkah pembukaan dan penutupan posisi. Jika Anda menerapkan kedisiplinan dalam menjalankan sistem trading secara konsisten, akan lebih mudah untuk menghitung dan memanajemen resiko serta perolehan profit.

Kesimpulan

Trading forex memang bukan termasuk salah satu bentuk bisnis konvensional, namun bukan berarti Anda bisa berharap menghasilkan profit dalam jumlah besar hanya dari spekulasi belaka saja. Disiplin bisnis dapat diaplikasikan pada trading forex, terutama agar penghasilan (posisi profit) dapat dikelola secara optimal untuk menunjang biaya dan pengeluaran (posisi loss, biaya trading dan sarana trading) serta menghasilkan keuntungan.

#Semoga bermanfaat …

Teknik Breakout Open Asia


Salah satu hal paling kompleks dalam trading forex adalah menentukan kapan sebaiknya kita melakukan analisa dan mulai trading. Namun, ada satu teknik trading forex yang sangat sederhana dan mudah dilakukan, tanpa perlu lagi bingung mengenai kapan melakukan analisa dan mulai trading setiap harinya. Teknik ini saya namakan “Breakout 07”, ini sudah cukup populer di kalangan trader forex Indonesia.


Teknik Trading Breakout Jam 7 Pagi

Sesuai namanya, teknik trading ini dilakukan pada jam 7 pagi berpatokan pada HI dan LOW hingga candle close jam 7 pagi. Jadi, trader yang punya pekerjaan tetap dan harus pergi ke kantor atau kuliah tetap bisa melakukan analisa dan open trade sebelum memulai aktivitas harian. Langkah-langkahnya pun sangat mudah , bisa dilakukan siapa saja.

Berikut langkah-langkah teknik trading Breakout Jam 7 pagi :

1-Tentukan Pasangan Mata Uang Yang Akan Ditradingkan.

“Breakout Jam 7” cocok untuk dipakai pada XAU/USD di timeframe H1 (Hourly). Walaupun, tak tertutup kemungkinan juga bagi Anda untuk mencoba menggunakannya pada pasangan mata uang yang lain, karena ada pula trader yang bisa memanfaatkannya pada pasangan GBP/USD dan EUR/USD. Yang perlu diperhatikan, pilih pasangan mata uang dengan fluktuasi pergerakan cukup besar setiap harinya, jangan ambil yang pergerakannya sideways.

2-Perhatikan High-Low Candle Jam 6 dan 7 Pagi.

Setelah memilih pasangan mata uang dan membukanya pada timeframe H1, perhatikan level tinggi (High) dan level rendah (Low) candle yang terbentuk antara jam 6 dan 7 pagi.

Apabila running breakout high candle jam 6 dan 7 pagi segera open BUY (diperkirakan trend up), dan jika running breakout low candle jam 6 dan 7 pagi segera open SELL (diperkirakan trend down).

Namun jika running berada diantara high dan low candle jam 6 dan 7 pagi, gunakan pending order untuk pasang Buy Stop (breakout high) dan Sell Stop (breakout low).



Contohnya pada gambar di atas, nampak dari posisi candle setelah candle jam 7 pagi bahwa telah terjadi Breakout Low. Oleh karena itu, pada posisi ini kita perlu open Sell.

3-Tentukan Target Profit.

Penentuan Target Profit sebenarnya berbeda-beda tergantung situasi. Fluktuasi simpangan harga tiap pasangan mata uang pun tak sama, sehingga jika Anda menggunakan pasangan selain XAU/USD, boleh jadi perlu patokan berbeda. Namun, untuk disini saya menggunakan target profit TP 400pip atau sesuaikan fluktuasi XAU/USD saat itu.

4-Antisipasi Apabila Harga Berbalik.

Bagaimana jika setelah Breakout Low dan open Sell sebagaimana terlihat pada gambar, kemudian sebelum mencapai Target Profit, eh harga malah melonjak naik hingga menembus level High pada candle jam 6 dan 7 pagi (Breakout High)?

Dalam situasi ini, trader bisa bersikap sesuai dengan minat risiko masing-masing. Trader agresif bisa melakukan open Sell lagi. Namun, trader yang lebih konservatif bisa memutuskan untuk Cut Loss, khususnya jika pembalikan tersebut dinilai sebagai reversal penting.

Untuk trader konservatif, Stop Loss dapat disesuaikan dengan Rasio Risk/Reward (RR). Misalkan proporsi RR 1:2, maka dengan Target Profit 400pip, Stop Loss harus ditempatkan pada 200pip.

Mudah sekali, bukan!? Karena langkah-langkahnya yang mudah dan memiliki patokan jelas, banyak trader Indonesia menyukai teknik trading breakout jam 7 pagi. Walaupun demikian, berfungsi atau tidaknya suatu teknik trading forex juga bergantung pada pengaturan dana, risiko, dan psikologi masing-masing. Teknik trading ini bisa jadi cocok bagi Anda, bisa juga tidak. Oleh karena itu, direkomendasikan agar mencoba teknik trading jam 7 pagi pada akun demo terlebih dahulu, sebelum menerapkannya pada akun live. Video Breakout Open Asia

#Semoga bermanfaat …

Average Directional Index (ADX)

Average Directional Index adalah contoh lain dari oscillator. Indikator yang biasa disingkat ADX ini memiliki skala antara 0 hingga 100. Pembacaan di bawah 20 mengindikasikan trend yang lemah, sedangkan pembacaan di atas 50 mengisyaratkan trend yang kuat.

Tidak seperti stochastic, ADX tidak menentukan apakah trend yang terbentuk saat itu adalah bullish atau bearish. Dia hanya mengukur kekuatan dari trend yang saat ini sedang terbentuk. Oleh karena itulah ADX umumnya digunakan untuk menentukan apakah pasar sedang tak bergerak (ranging). Atau dia sedang membentuk trend yang baru.

Coba perhatikan grafik di bawah ini:


Pada contoh pertama di grafik tersebut, ADX terlihat tak bergerak di bawah 20 dari akhir September hingga awal Desember. Dari grafik pair EUR/CHF di atas tampak bahwa pair tersebut terjebak di dalam range pada periode tersebut. Namun di awal Januari, ADX mulai merangkak naik ke atas 50, memberi sinyal bahwa trend yang kuat akan segera terbentuk.

Nah, coba lihat bagian kanan grafik. Euro sedang menyeret Swissy naik dari dasar range dan meneruskan pergerakan mereka hingga terbentuk uptrend yang kuat. Dan… 400 pips siap kita panen!

Sekarang mari perhatikan contoh berikutnya:


Seperti contoh pertama, ADX bergerak melayang seperti hantu di bawah angka 20 untuk beberapa waktu. Pada saat pair EUR/CHF juga sedang raging. Namun tak lama kemudian ADX pun menampakkan pergerakkannya dan melesat melewati angka 50 dan EUR/CHF pun melakukan break out di atas range.

Uptrend yang kuat akhirnya terbentuk. Dan kita, Kawan, sudah mendapatkan 300 pips di tangan kita.

Gampang sekali, kan? Tapi satu hal mengenai ADX yang bisa menjadi batu sandungan bagi trader pemula; dia tidak bisa menentukan dengan pasti apakah order yang pas bagi kita untuk situasi tertentu adalah buy atau sell. ADX hanya memberitahu kita bahwa trend yang sedang berlaku cukup aman bagi kita.

Jika di tengah trading ADX mulai merosot di bawah 50 lagi, ini berarti uptrend atau downtrend yang sedang terjadi mulai melemah dan saatnya untuk mengunci profit.

Trading Menggunakan ADX

Cara trading dengan menggunakan indikator ADX adalah menunggu terjadinya breakout pertama sebelum menentukan apakah kita akan trading long atau short.

Atau kita bisa menggabungkan ADX dengan indikator lainnya, khususnya yang mampu mengidentifikasi arah pergerakan pair, apakah ke bawah atau ke atas.

Selain itu, karena ADX fokus pada keamanan trend, ia juga berfungsi untuk memberitahu apakah kita bisa menutup (close) trading lebih awal. Khususnya ketika terjadi pergerakan sideways. Dengan bantuan ADX, kita bisa mengunci pip yang kita dapat sebelum rugi.

#Semoga bermanfaat.

Monday, February 11, 2019

Menentukan Stop Loss Dengan Mudah

Stop loss sangat penting dalam me-manage resiko karena setelah kita menentukan level stop maka kita bisa menentukan ukuran lot atau position size pada trade yang akan kita lakukan. Sebagai bagian dari rencana bisnis, stop loss adalah biaya yang harus ditanggung untuk bisnis sebagai trader. Stop loss akan memaksa kita keluar dari pasar jika ternyata posisi trading kita salah terlepas dari emosi kita yang ingin tetap bertahan dan mengharap pergerakan harga akan kembali sesuai dengan yang kita inginkan.

Keinginan untuk tetap bertahan tersebut sering kali menyebabkan kerugian yang cukup besar dan pada akhirnya membuat akun kita hancur. Trading tanpa menggunakan stop loss adalah kesalahan fatal yang harus kita hindari. Namun demikian, membicarakan stop loss sering dianggap kurang menarik dan bukan prioritas utama dalam trading meskipun sebenarnya adalah hal yang paling penting yang mesti diperhitungkan sebelum membuka posisi. Jika kita tidak tahu bagaimana menentukan level stop bisa jadi hasil akhir trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Pada kenyataannya, hasil trading kita secara keseluruhan bergantung dari penempatan level stop loss yang proporsional dan logis, sehingga kita bisa menjalankan money management sebagai mana mestinya. Dengan money management yang memadai, kita akan bisa menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Menentukan Stop Loss Berdasarkan Modal

Banyak trader yang menentukan stop loss dengan cara berdasarkan pada manajemen modal bisanya yang sering digunakan 3% sampai 5% dari modal sebagai nilai resiko, contoh : Modal $1000 maka besaran resiko yang harus ditanggung setiap transaksi adalah $50 (resiko 5%). tentunya jika menggunakan besaran lot 0.1 maka nilai stop loss sama dengan 500pips



Maka meggunakan metode stop loss diatas kita pada dasarnya memiliki 20 kali kesempatan dalan trading, asumsi 20 kali kita loss berturut-turut maka modal kita habis.

Menentukan Stop Loss Berdasarkan Level Support/Resistance Terdekat

Untuk membuktikan kebenaran posisi yang kita buka, stop loss ditempatkan di bawah level support terdekat untuk posisi buy atau di atas level resistance untuk posisi sell. Jika level tersebut ditembus, berarti posisi yang kita buka salah. Berikut ini stop loss yang ditentukan dibawah level support yang secara logika akan ditembus jika memang posisi kita salah.

Tentukan Stop Loss Sebelum Menentukan Target Profit

Besarnya stop loss hendaknya ditentukan sebelum menentukan level target profit. Hal ini penting untuk menentukan position size sebelum entry. Selain itu, setelah ditentukan, besarnya stop loss seharusnya tetap dan tidak diperbesar, tetapi bisa digeser ke level breakeven jika pergerakan trend sedang kuat, bisa digeser secara manual atau dengan menggunakan fasilitas trailing stop.

#Semoga bermanfaat …

Friday, February 8, 2019

Trading Mudah Dengan EMA 8/21 55

EMA 8,21,55 Forex Trading System

Chart Setup
- Exponential Moving Average - EMA 8 (blue), 21 (yellow), 55 (red)

Enter long (buy)
- when 8 EMA (blue) cross 55 EMA (red) in up direction

Enter short (sell)
- when 8 EMA (blue) cross 55 EMA (red) - down

Exit at next 8 EMA (blue) and 21 EMA (yellow) cross.

Notes
Best for EUR/USD, USD/CHF. Watch 1 hour chart and check 15 minutes chart for confirmation (same rules apply). Do not enter the trade after extreme 50+ pips candle. Do not enter on Friday before closing of the forex trading session.

Good Luck



#tredingmudah