Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex & commodity salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Selasa, 19 April 2022

2 Keunggulan Indikator CCI (Commodity Channel Index) Dalam Trading


Trading dengan CCI bisa menjadi opsi menarik apabila Anda menyukai analisa teknikal dan ingin memanfaatkan kejenuhan pasar.

Commodity Channel Index atau CCI merupakan indikator oscillator, indikator ini sebagai alat bantu untuk trading di pasar komoditas. Seiring perkembangan dunia trading, tidak sedikit investor yang trading dengan CCI di pasar forex.

Indikator ini bisa melihat tingkat kejenuhan pasar dan mengidentifikasi trend. Selain itu, CCI juga bisa digabungkan dengan indikator lain agar mendapatkan hasil analisa yang lebih akurat. Sebelum mempelajari cara trading dengan CCI di pasar forex, mari pelajari cara membaca indikator ini terlebih dulu.

Membaca Indikator CCI

Dalam indikator CCI, ada tiga komponen penting yang harus Anda perhatikan. Ketiganya dapat Anda lihat dalam gambar berikut ini.


Ketiga komponen tersebut membuat CCI mudah untuk dibaca. Saat sinyal CCI berada di atas 100, maka harga telah sampai pada kondisi jenuh beli (overbought). Sebaliknya, harga disebut sedang jenuh jual (oversold) jika garis sinyal berada di bawah nilai -100.

Trading Dengan CCI

Ada beberapa cara trading dengan CCI yang bisa diaplikasikan untuk trading forex. Secara garis besar, indikator ini menggunakan overbought dan oversold untuk menentukan posisi entry sell maupun buy. Bagaimana cara menggunakan indikator CCI untuk mencari posisi?

1. Melihat Tingkat Kejenuhan Pasar

Tingkat kejenuhan pasar bisa menjadi sinyal untuk mendeteksi terjadinya perubahan trend pasar atau reversal. Untuk mencari tahu tingkat kejenuhan pasar, lihat penjelasan pada grafik di bawah ini.


2. Mengidentifikasi Retracement

Trading dengan CCI juga sering diterapkan oleh trader trend following. Ada kalanya, harga suatu pair akan bergerak ke suatu sisi dengan kuat dan terus-menerus. Kondisi inilah yang dicari oleh para trend follower. Saat harga bergerak seperti itu, biasanya akan diiringi dengan koreksi-koreksi kecil atau retracement. Setelah itu, harga akan kembali melanjutkan perjalanan di arah yang sama. Anda bisa memanfaatkan indikator CCI untuk mencari retracement tersebut. Contohnya bisa dilihat dalam grafik berikut.


Pada grafik di atas, harga sedang dalam kondisi uptrend lalu memasuki area overbought. Hal ini mengindikasikan penurunan dari puncak kenaikan terbaru.

Untuk mengkonfirmasi kembalinya pergerakan harga dari retracement, sebaiknya gunakan grafik dengan time frame yang satu tingkat lebih kecil dari yang Anda gunakan. Misalnya, pada grafik di atas kondisi overbought terjadi pada time frame H4. Langkah berikutnya adalah pindah ke time frame yang lebih kecil, misalnya H1. Kemudian tunggu saat terjadi oversold pada time frame H1 seperti yang terlihat dalam grafik di bawah ini.


Grafik di atas menunjukan kondisi oversold di H1, yang ditunjukkan dengan posisi garis sinyal CCI di area -100. Saat kondisi ini terjadi, Anda bisa membuka posisi buy untuk memanfaatkan peluang kenaikan harga setelah oversold.
 

Kekurangan CCI

Trading dengan CCI memang terlihat mudah dan sederhana. Akan tetapi, seperti indikator-indikator lainnya, trading dengan CCI juga memiliki kekurangan. CCI merupakan indikator lagging, yang berarti terlambat dalam melaporkan pergerakan harga. Sinyal baru diberikan setelah candlestick dalam periode pengukuran tersebut selesai terbentuk. Akibatnya, jika tidak dikombinasikan dengan indikator lain, CCI bisa menimbulkan kesalahan sinyal.


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Kamis, 07 April 2022

Mengenal Fungsi Indikator RSI (Relative Strength Index) Secara Sederhana

 


RSI atau Relative Strength Index adalah indikator yang memiliki kegunaan hampir sama dengan indikator stochastic yaitu menunjukkan kondisi pasar yang sedang overbought atau oversold.


Indikator ini memiliki skala 0-100, dengan keterangan di atas skala 70 menunjukkan pasar dalam overbought dan di bawah skala 30 menunjukkan pasar dalam kondisi oversold. RSI ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi kemungkinan pergantian arah trend dengan mengalami divergensi terhadap pergerakan harga.

Trading dengan menggunakan indikator RSI


Indikator RSI dapat digunakan seperti stochastic untuk menentukan posisi potensial di atas (top) atau di bawah (bottom), tergantung kondisi pasar.


Sebagai contoh, jika terdapat oversold CADJPY dalam time frame 1 jam CADJPY yang telah mengalami penurunan sekitar 900 pips selama 10 jam terakhir, diperdagangkan di bawah 98.50.

Maka, RSI menunjukkan penurunan di bawah skala 30, menunjukkan tak ada penjual yang tersisa di pasar dan pergerakan harga turun akan segera berakhir.

Sehingga beberapa saat kemudian pergerakan harga berbalik dan meninggalkan posisi bottom menuju ke atas membentuk pola uptrend untuk beberapa jam kedepan.

Menentukkan trend menggunakan indikator RSI


RSI merupakan salah satu indikator yang populer karena dapat digunakan untuk mengkonfirmasi pembentukan sebuah trend.


Jika sebuah trend akan terbentuk, maka indikator ini akan berada di atas atau di bawah skala 50.

Apabila kemungkinan uptrend, maka garis pasti berada di atas skala 50. Sementara jika kemungkinan downtrend, maka garis berada di bawah skala 50.

Namun untuk menghindari sinyal yang keliru, perlu menunggu garis menembus di bawah 50 untuk konfirmasi lebih lanjut pada trend yang terbentuk.

Dan jika RSI ternyata menembus di bawah 50, maka cukup sebagai konfirmasi bahwa downtrend benar-benar terbentuk.

3 tips penting dalam trading dengan RSI yang perlu diperhatikan:


1. Pada keadaan trend kuat, abaikan overbought dan oversold RSI.

Saat harga bergerak trending kuat dalam jangka waktu yang relatif panjang, maka metode entry dengan mengandalkan overbought dan oversold indikator RSI tak lagi akurat.

Sebagai solusi, sebelum mengatasi indikator RSi sebaiknya trader melihat indikator trend terlebih dahulu, seperti MACD, Bollinger Bands, dan ADX.

2. Memperhatikan level 50 pada RSI (center line).

Semua indikator dengan tipe oscillator memiliki level tengah atau disebut dengan center line, biasanya berada pada level 50 atau 50%. Center line menunjukkan momentum pergantian arah pergerakan harga ketika terjadi retracement atau bahkan saat terjadi pergantian arah trend.

Center line dari indikator RSI bisa digunakan sebagai sinyal atau isyarat untuk melakukan aksi buy atau sell. Jika center line ke arah atas, mengisyaratkan sinyal buy, sebaliknya center line ke arah bawah mengisyaratkan sinyal sell.

3. Menggunakan parameter RSI disesuaikan dengan time frame trading.

Umumnya parameter periode waktu default pada platform trading untuk tipe indikator tipe oscillator, baik RSI adalah 14. Sehingga periode 14 biasanya cocok untuk time frame daily, namun kurang akurat untuk time frame trading yang lebih rendah.

Semakin kecil periode pengukuran maka semakin sensitif dan menyulitkan pengamatan namun semakin besar periode waktu maka semakin kurang sensitif dan mempengaruhi akurasi pengukuran. Jadi sesuaikan dengan gaya trading Anda.


Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy

Rabu, 30 Maret 2022

Indikator ATR Untuk Tentukan Stop Loss

 

Sebagai seorang trader, Anda selalu mencari alat analisis teknis terbaik untuk mengarahkan Anda ke pengaturan perdagangan yang paling menguntungkan.


Indikator Average True Range (ATR) merupakan alat yang mungkin digunakan untuk analisis teknis bagi para trader yang condong ke arah pelacakan dan eksploitasi volatilitas pasar.

Cara Kerja ATR

Meskipun ATR adalah salah satu indikator yang paling mudah dibaca, prinsip di baliknya mungkin tampak menantang bagi beberapa trader. Namun disini kita tidak akan membahas samapai ke bagaimana terbentuknya indikator ATR, kita akan bahas bagaimana penggunakan dalam trading secara sederhana.


Ingatlah bahwa ATR memberikan nilai rata-rata dari range sebenarnya dari pasangan mata uang. Namun, trader menggunakan rata-rata pergerakan 14 periode untuk menghitung ATR. Dengan kata lain, ATR adalah rata-rata pergerakan 14 periode dari semua rentang sebenarnya di pasar.

Inti mendasarkan perhitungan rata-rata bergerak pada 14 hari adalah membuat indikator cukup sensitif untuk digunakan di semua grafik perdagangan, yaitu dari intraday dan harian hingga bulanan.

Penggunaan ATR

Bahwa ATR tidak memberi sinyal arah harga. Sebaliknya, indikator tersebut murni mengukur volatilitas dalam pasar pasangan mata uang. Ketika digunakan pada grafik harga, indikator memberi tahu Anda kapan volatilitas pasar tinggi dan kapan turun.

Di forex penggunaan ATR sebagai alat untuk keluar dari posisi dan menentukan ukuran order saat memasuki pasar. Penggunaan ATR yang paling umum adalah untuk membantu trader menempatkan perintah stop-loss pada nilai yang paling tepat.

Secara khusus, indikator menunjukkan kondisi pasar dengan cara yang memungkinkan Anda untuk menghindari stop-loss yang terlalu ketat dalam periode volatilitas tinggi, serta stop-loss yang terlalu lebar pada periode volatilitas pasar rendah.

ATR Untuk Tentukan Stop-loss

ATR menyederhanakan penentuan tingkat harga Stop-loss yang tepat sehingga tidak terlalu lebar atau terlalu ketat. Sebelum kita melihat bagaimana hal ini dapat dilakukan, Anda perhatikan satu prinsip utama dalam menggunakan ATR.

Prinsipnya adalah jika Anda melakukan Buy dan harga menguntungkan posisi Anda, maka pertahankan stop-loss pada nilai di bawah harga pasangan mata uang yaitu dua kali nilai ATR. Mari kita lihat ini dalam praktik.

Perhatikan pasangan XAUUSD pada grafik di bawah ini. Pada XAUUSD = 1929.00, pasar diluncurkan ke pasar bull yang kuat. ATR menunjukkan sedikit tonjolan dalam volatilitas aksi harga yang berkaitan dengan XAUUSD.


Jika Anda menetapkan harga stop-loss pada saat Anda membeli XAUUSD, level harga stop-loss yang ideal adalah di 1920.60.

Bagaimana kita sampai pada ini? Ingat prinsip yang kita bahas, saat Anda memasuki pasar, ATR adalah 4.20; ketika Anda mengalikannya dengan 2, maka menjadi 840, kurangkan 840 dari 1929.00, dan angka yang Anda dapatkan adalah 1920.60.



Semoga bermanfaat
#tredingmudah | make trading so easy