Disclaimer

Materi yang disajikan adalah sebagai bahan edukasi, kami tidak menjamin 100% akurasi. Trading forex & commodity salah satu instrumen investasi yang berisiko tinggi, tanggung jawab atas hasil dari segala keputusan ada pada Anda sendiri.

Selasa, 09 Agustus 2022

Mengenal Jenis Candlestick Doji

 


Doji merupakan pola candlestick yang cukup netral. Dibutuhkan konfirmasi candlestick berikutnya agar Anda bisa memperkirakan arah pasar selanjutnya.


Candlestick doji memiliki body yang sangat tipis bahkan hanya terlihat seperti garis, karena harga open dan harga close yang sama. Hal itu disebabkan karena antara seller dan buyer tidak ada yang mampu memegang kendali.

Doji menggambarkan seimbang antara bullish dan bearish, ada empat jenis doji didalamnya, yaitu:

-Long Legged Doji
-Dragonfly Doji
-Gravestone Doji
-Four Price Doji



Long-legged Doji

Dikenali karena shadow yg dimiliki oleh jenis candlestick ini cukup panjang, jika formasi Long-legged doji terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend.

Panjang ekor tersebut menunjukkan sentimen seller sebelumnya lebih kuat, namun berbalik mengikuti buyer.

Pada saat itu, harga yang telah mencapai level terendah dengan cepat berbalik arah. Ini juga berlaku jika terjadi pada pergerakan uptrend.

Dragonfly Doji

Bentuknya yang seperti huruf (T) dragonfly doji memiliki harga open, close dan high yang identik, bahkan hampir sama.

Ada kalanya letak body berada di posisi sedikit ke bawah yang membuat dragonfly doji dapat memiliki bentuk seperti salib. Istilah dragonfly ini diambil karena doji ini memiliki bentuk mirip seperti capung.

Gravestone Doji

Tidak jauh berbeda dengan dragonfly doji, gravestone doji memiliki harga open, close dan low yang sama atau hampir sama.

Doji ini diberi nama gravestone karena bentuknya yang mirip batu nisan. Ada kalanya juga posisi body agak sedikit ke atas sehingga bentuknya menyerupai salib terbalik.

Ketika pola candlestick jenis gravestone doji ini ditemukan, maka akan sangat membantu dalam melakukan analisis teknikal.

Setelah pasar mengalami uptrend panjang dan diikuti dengan terbentuknya pola ini, itu berarti mengisyaratkan bahwa perdagangan untuk terus membeli harus sudah berakhir. Bisa dengan alasan harga sudah terlalu mahal.

Selain itu, pola gravestone doji juga lah yang bisa memberikan sinyal kepada para seller untuk memulai aktivitas jualnya.

Four Price Doji

Kemunculan doji ini biasanya menunjukkan bahwa tekanan bullish atau bearish mulai berkurang.

Jadi, jika doji ini muncul pada saat uptrend akan memberikan pertanda bahwa tekanan bullish menurun. Sebaliknya jika doji muncul pada saat downtrend artinya tekanan bearish mulai berkurang.

Namun sekali lagi, diperlukan konfirmasi dari candlestick berikutnya untuk mengambil action. Ingat selalu bahwa doji adalah pola netral.

Bentuknya menyerupai garis horizontal tanpa ekor sama sekali pada sisi atas maupun bawah body, sedangkan body-nya amat tipis.

Four Price Doji hanya akan muncul jika nilai harga open, high, low, dan close (OHLC) sama persis dalam satu periode pembentukan bar candlestick.


Semoga bermanfaat,
#tredingmudah


Minggu, 12 Juni 2022

Raih Cuan Dalam Trading Dengan Strategi Breakout Sederhana



Apa itu breakout?
Dalam bahasa Inggris, breakout artinya kelolosan atau kejebolan. Di mana, breakout dalam trading merupakan salah satu momen yang dinantikan oleh para trader terutama bagi mereka yang sering mengikuti strategi trend follower. Breakout merupakan sebuah peristiwa atau momen dalam trading ketika harga melewati area atas atau disebut sebagai resisten maupun area alas atau support.

Breakout dibagi menjadi dua, yakni:


1. True Breakout
True breakout terjadi ketika pergerakan harga telah melewati atau menembus suatu level dan tidak berbalik arah dan melanjutkan penembusan atau rally. Jika diperhatikan dengan menggunakan candlestick chart, true breakout akan terkonfirmasi ketika body dari candlestick tersebut melewati atau menembus garis dan juga diikuti oleh peningkatan volume. Semakin signifikan peningkatan volume yang terjadi maka dapat dikonfirmasi sebagai true breakout.


 
2. False Breakout
False breakout terjadi ketika pergerakan harga telah melewati suatu level namun kemudian berbalik arah dan tidak melanjutkan penembusan. Berbeda halnya dengan true breakout, dengan menggunakan candlestick chart, false breakout akan terkonfirmasi ketika bukan body dari candlestick tersebut yang melewati atau menembus garis melainkan hanya bagian ekor dan tentunya tidak diikuti oleh peningkatan volume. Peningkatan volume yang tidak signifikan dapat diindikasikan sebagai false breakout.


 
Dalam memulai transaksi menggunakan strategi breakout biasanya trader menggunakan stop loss order untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar jika breakout gagal. Apabila yang terjadi adalah penembusan downside, stop loss dapat ditempatkan di atas level support yang telah dilewati dan jika sebaliknya, stop loss dapat ditempatkan di bawah level resistennya.

Tips Trading dengan Strategi Breakout


Bagaimana cara trading yang tepat ketika terjadi breakout? Di bawah ini adalah beberapa tips cara trading yang sukses ketika breakout:

1. Ketahui trend yang kuat pada market
Umumnya, strategi ini bisa diterapkan ketika muncul trend yang kuat ditambah dengan kondisi market sedang ramai. Hal ini karena ketika sedang terjadi trend yang kuat, maka harga berpotensi menembus titik support dan resistance.

Trend yang kuat juga memberikan probabilitas atau kemungkinan sukses yang tinggi. Namun, perlu diperhatikan berapa banyak volume trading yang terjadi dalam satu waktu. Oleh karena itu, Anda harus memiliki suatu kriteria tertentu untuk mendeteksi bagus-tidaknya suatu peluang beakout.

2. Gunakan candle untuk validasi breakout
Agar breakout valid, kamu juga bisa menunggu hingga penutupan candle berada di atas resistance atau berada di bawah support yang menjadi acuan breakout. Lebih baik lagi jika satu candle utuh dan shadow-nya sudah berada di luar area support-resistance. Hal ini karena, breakout belum benar-benar terjadi jika hanya ujung atas atau ujung bawah shadow candle yang melampaui ambang support-resistance.



3. Amati volume trading pasar saat breakout.
Breakout yang disertai volume trading tinggi bertanda adanya kemungkinan trending yang lebih besar lagi. Sebaliknya, breakout yang terjadi pada saat volume trading rendah, artinya menandakan kemungkinan besar untuk harga berbalik (fake breakout).



4. Jangan lupa memasang Stop Loss.
Untuk menanggulangi risiko trading strategi breakout, Anda juga bisa memasang Stop Loss tepat pada titik resistance atau titik support yang sebelumnya menandai breakout tersebut. Stop Loss ini penting agar kamu tidak mengalami kerugian yang terlalu besar jika nantinya harga ternyata gagal breakout.



Semoga bermanfaat,
#tredingmudah

Sabtu, 04 Juni 2022

Trading Menggunakan Kombinasi Indikator CCI Dan EMA

 



Salah satu kelemahan trading dengan CCI adalah indikator ini hanya memberikan informasi kekuatan  arah trend saja. Penggunaan EMA dapat digunakan sebagai indikator arah trend sebagai pelengkapnya. Contoh penggunaannya dapat dilihat dalam grafik di bawah ini.




Crossing EMA 55 di atas mengawali perubahan arah dari downtrend ke uptrend. Selama harga masih bergerak di atas kedua garis EMA, sebaiknya cari peluang buy agar searah dengan trend harga. Di sini, sinyal oversold CCI menjadi penunjuk posisi entry buy yang tepat.

Contoh di atas menggunakan chart time frame H4. Namun cara ini sejatinya bisa diterapkan untuk semua time frame. Perlu diingat, semakin tinggi time frame maka sinyal yang diberikan oleh indikator CCI akan semakin valid.


Kesimpulan
Secara garis besar, trading dengan CCI tergolong cukup mudah. Selain bisa digunakan untuk mendeteksi tingkat overbought dan oversold, indikator ini juga memiliki kegunaan lain seperti mencari peluang dari retracement dan menentukan divergensi market. Akan tetapi, sebaiknya kombinasikan CCI dengan indikator atau metode analisa lain untuk meminimalisir kekurangan dan meningkatkan akurasi sinyal.



Semoha bermanfaat
#tredingmudah